ABB Dukung Modernisasi Otomasi Pembangkit Star Energy Geothermal PLTP Wayang Windu

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — ABB memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi nasional melalui kolaborasi dengan Star Energy Geothermal (SEG) untuk memodernisasi sistem otomasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat.

Modernisasi dilakukan melalui penerapan ABB Ability Symphony Plus Distributed Control System (DCS) pada Unit 1 dan Unit 2 PLTP Wayang Windu. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keandalan, stabilitas operasi, serta efisiensi pembangkit panas bumi tersebut.

PLTP Wayang Windu memiliki kapasitas terpasang sebesar 230,5 megawatt (MW) dan saat ini tengah dikembangkan Unit 3. Fasilitas ini merupakan bagian dari total 910 MW kapasitas panas bumi yang dioperasikan Star Energy Geothermal di Jawa Barat dan memasok listrik ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).

Read also:  PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan perusahaan berkomitmen mengoptimalkan potensi panas bumi sebagai sumber energi bersih nasional.

“Dengan bermitra bersama perusahaan teknologi global terdepan seperti ABB, kami memanfaatkan keahlian dan solusi inovatif untuk mempercepat langkah menuju masa depan rendah karbon bagi Indonesia,” ujar Hendra dalam keterangan yang diterima Ecobiz.asia, Kamis (18/12/2025).

Menurut ABB, modernisasi sistem kontrol memungkinkan integrasi yang lebih mulus antara unit pembangkit eksisting dan unit baru tanpa memerlukan peningkatan infrastruktur yang signifikan. Desain modular Symphony Plus juga mendukung ekspansi kapasitas di masa depan serta optimalisasi arsitektur kontrol pembangkit, sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan keandalan operasi jangka panjang.

Read also:  Menteri LH Teken Aturan Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Link Download PermenLH No 11 Tahun 2026

Selain itu, ABB meningkatkan sistem Human Machine Interface (HMI) Unit 1 dan 2 dengan memigrasikan platform legacy Power Generation Portal ke Symphony Plus. Untuk Unit 3, ABB telah mengimplementasikan Symphony Plus DCS sejak tahap pengembangan guna mendukung pertumbuhan fasilitas ke depan.

President Energy Industries Division Asia ABB, Anders Maltesen, menegaskan peran teknologi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Read also:  KPH Diarahkan Jadi “Konduktor” Pengelolaan Hutan di Tingkat Tapak

“Kami bangga dengan kolaborasi jangka panjang bersama Star Energy Geothermal. Di ABB, kami percaya teknologi merupakan pengungkit utama untuk menjadikan energi terbarukan seperti panas bumi sebagai sumber listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Anders.

Indonesia diketahui memiliki sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia. Namun, pemanfaatannya baru sekitar 10 persen dari total potensi sekitar 24.000 MW. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 7.200 MW pada 2025 seiring dorongan peningkatan bauran energi terbarukan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

WKS Jadi Contoh Penanganan Karhutla Gambut, Wamen LH Minta Perusahaan di Jambi Ikut Bangun Sekat Kanal

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut...

PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, meraih Impact Masters Awards 2026 dalam ajang Investortrust CSR Awards 2026 sebagai apresiasi atas...

PHR Raih Gold Award EPSA 2026 melalui Inovasi Bioremediasi Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil meraih Gold Award pada ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 yang diselenggarakan di Semarang...

Poso Energy Lakukan OMC Jaga Produksi PLTA 515 MW di Tengah Ancaman El Niño

Ecobiz.asia -- PT Poso Energy, perusahaan pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP), melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjaga ketersediaan air bagi Pembangkit Listrik...

Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mencatat tingkat kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 4,46 pada 2026,...

TOP STORIES

Kemenhut Perkuat Kompetensi SDM untuk Jaga Integritas Pasar Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya membangun pasar karbon kehutanan yang berintegritas, menyusul penguatan...

WKS Jadi Contoh Penanganan Karhutla Gambut, Wamen LH Minta Perusahaan di Jambi Ikut Bangun Sekat Kanal

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut...

PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, meraih Impact Masters Awards 2026 dalam ajang Investortrust CSR Awards 2026 sebagai apresiasi atas...

Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), berhasil merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of...

PHR Raih Gold Award EPSA 2026 melalui Inovasi Bioremediasi Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil meraih Gold Award pada ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 yang diselenggarakan di Semarang...