Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke bisnis yang menggabungkan pengurangan emisi dengan peluang komersial.

Dana tersebut diberikan kepada CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies melalui Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026 yang diselenggarakan East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent. Masing-masing perusahaan memperoleh dana katalitik Rp5 miliar untuk menguji coba solusi mereka di Indonesia.

Pendanaan tersebut diarahkan untuk tiga sektor yang dinilai strategis dalam transisi ekonomi rendah karbon, yakni transisi energi, solusi alam dan pangan, serta ekonomi sirkular.

CRecTech menjadi pemenang trek Transisi Energi melalui teknologi yang mengolah biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol. Teknologi tersebut diklaim dapat menekan biaya hingga 50% dan mengurangi emisi hingga 93%.

Blueyou memenangkan trek Solusi Alam & Pangan dengan solusi restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dipadukan dengan produksi pangan biru tanpa pakan maupun bahan kimia. Model tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.

Read also:  Verra Luncurkan Program Scope 3, Buka Jalur Sertifikasi Aksi Iklim Rantai Nilai

Sementara itu, MacroCycle Technologies memenangkan trek Ekonomi Sirkular melalui teknologi daur ulang poliester dari tekstil menjadi tekstil kembali. Teknologi tersebut menggunakan energi 80% lebih rendah, menghasilkan emisi CO2 80% lebih rendah, dan menghemat penggunaan air hingga 99%, dengan harga yang disebut setara produk konvensional.

Selain dana katalitik Rp15 miliar, CIIC 2026 juga mencatat sejumlah komitmen pendanaan dan investasi yang menunjukkan adanya minat pasar terhadap pengembangan solusi iklim.

Tencent memberikan komitmen pra-pembelian kredit karbon sebesar US$1 juta kepada Yagasu. Sementara itu, Sinar Mas Agribusiness & Food memberikan hibah US$50.000 kepada CRecTech, Mana Impact memberikan investasi US$50.000 kepada Blueyou, dan Vinerock Capital menginvestasikan US$50.000 kepada CRecTech.

Pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya membawa inovasi iklim dari tahap pengembangan menuju pengujian di lapangan dan penerapan komersial.

Read also:  Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

Partner East Ventures Avina Sugiarto mengatakan CIIC diarahkan untuk mempertemukan inovator, gagasan teknologi, dan mitra yang dapat membantu mengubah inovasi iklim menjadi dampak nyata.

“Climate Impact Innovations Challenge mencerminkan keyakinan kami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjawab tantangan iklim saat ini, tetapi juga membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang yang tangguh,” kata Avina, Rabu (7/10/2026).

CIIC 2026 menerima lebih dari 850 pendaftar dari sekitar 60 negara, sebelum menyaring sembilan finalis untuk berkompetisi pada Grand Finale yang digelar 6 Oktober 2026 sebagai bagian dari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026.

Ujicoba

Bagi CRecTech, dana katalitik tersebut akan digunakan untuk mempercepat uji coba dan penerapan komersial teknologi pengolahan biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol hijau.

Co-Founder & CEO CRecTech Lim Kang Hui mengatakan perusahaan akan menjalankan uji coba dan pengembangan komersial di Indonesia bersama mitra lokal, termasuk Pertamina.

Read also:  NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Sementara itu, pendanaan CIIC membuka peluang bagi MacroCycle untuk menjalankan proyek pertamanya di Asia sekaligus mengembangkan solusi pengolahan limbah tekstil di Indonesia.

Co-Founder & CEO MacroCycle Technologies Stwart Pena Feliz mengatakan lebih dari 80% manufaktur tekstil dunia berlangsung di Asia, sehingga Indonesia menjadi salah satu pasar yang penting bagi pengembangan teknologi tersebut.

Menurut dia, proyek tersebut diharapkan membuktikan bahwa ekonomi sirkular tidak hanya layak diterapkan, tetapi juga memiliki daya tarik ekonomi di Indonesia.

Sementara itu, Temasek Foundation menilai dukungan terhadap inovasi iklim perlu diarahkan pada proses validasi, pengembangan skala, hingga penerapan solusi di tingkat lokal.

Head of Climate and Liveability Temasek Foundation Heng Li Lang mengatakan CIIC akan bekerja sama dengan para pemenang untuk menghasilkan dampak yang signifikan di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Ecobiz.asia — Provinsi Riau memiliki potensi menghasilkan hingga 11,7 juta ton kredit karbon setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun dari perlindungan hutan, pemulihan gambut,...

Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon...

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

TOP STORIES

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Indonesia Plans Special Unit to Tackle Methane, Black Carbon Emissions by 2027

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing to establish a special unit to coordinate efforts to reduce emissions of super pollutants such as methane and black...

APP Group Becomes First Indonesian Company to Join RE100, Targets 100% Renewable Electricity

Ecobiz.asia – APP Group has become the first Indonesian company to join RE100, a global initiative led by The Climate Group that brings together...