Solar Depot dan Huawei Indonesia Kembangkan Solusi Microgrid untuk Sektor Tambang dan Perkebunan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menandatangani kerja sama strategis untuk mengembangkan solusi energi terbarukan berbasis microgrid guna memenuhi kebutuhan listrik di sektor pertambangan dan perkebunan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Kolaborasi ini difokuskan pada penyediaan sistem microgrid terintegrasi yang mengombinasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Battery Energy Storage System (BESS), serta sistem manajemen energi berbasis digital untuk mendukung suplai listrik yang andal dan berkelanjutan.

President Director Triputra Visi Energi, Juan Davis, mengatakan kerja sama tersebut merespons meningkatnya kebutuhan industri akan solusi energi yang efisien, mandiri, dan berkelanjutan.

Read also:  Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Menurutnya, sektor tambang dan perkebunan mulai beralih ke kombinasi sumber energi yang mampu menekan biaya jangka panjang tanpa mengganggu keandalan operasional.

“Melalui teknologi microgrid berbasis PLTS dan BESS, kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri,” ujar Juan, Selasa (16/12/2025).

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan proyek microgrid secara menyeluruh, mulai dari desain, penyediaan teknologi, hingga implementasi end-to-end. Sejumlah proyek percontohan telah disiapkan di area tambang dan perkebunan dengan kebutuhan energi besar namun keterbatasan akses jaringan listrik.

Read also:  Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600 untuk Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Juan menambahkan, Huawei dipilih sebagai mitra teknologi karena memiliki inovasi dan rekam jejak global dalam pengembangan solusi energi berkelanjutan. Kolaborasi ini, menurutnya, memungkinkan penerapan teknologi kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri di Indonesia.

Sementara itu, CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song mengatakan Solar Depot merupakan mitra strategis yang memahami karakteristik sektor intensif energi serta memiliki dukungan ekosistem bisnis yang kuat.

“Huawei akan menyediakan solusi microgrid terintegrasi berbasis PLTS dan baterai industri dengan sistem kontrol dan pemantauan real time untuk menjaga stabilitas dan efisiensi operasional,” kata Jin.

Read also:  PGN Solution, Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut

Ia menegaskan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Huawei mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi bersih.

Kedua perusahaan menilai kolaborasi ini berpotensi mendorong percepatan pemanfaatan microgrid sebagai solusi pasokan listrik masa depan di wilayah tanpa jaringan PLN. Selain menekan biaya operasional, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan keandalan suplai energi dan mengurangi emisi karbon.

Solar Depot dan Huawei Indonesia berharap kemitraan ini menjadi fondasi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem energi terbarukan nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...