Satgas PKH dan Kemenhut Mulai Pulihkan Tesso Nilo, Ganti Sawit dengan Tanaman Cepat Tumbuh Seluas 401 Hektare

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersama Kementerian Kehutanan mulai melakukan pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) seluas 401 hektare di Desa Segati, Kabupaten Pelalawan, Riau. Lahan tersebut sebelumnya digunakan untuk kebun sawit ilegal.

Satgas PKH yang terdiri dari unsur TNI, Kejaksaan, Ditjen Gakkum dan Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, BPKP, BIG, dan Polda Riau, telah melaksanakan operasi penertiban sejak 22 Mei 2025. 

Sejak 10 Juni 2025, pemerintah secara sah kembali menguasai kawasan tersebut untuk difungsikan kembali sebagai hutan konservasi.

Read also:  Konsumsi Energi Final Indonesia Diproyeksi Tumbuh 2,6% per Tahun hingga 2060

Baca juga: Satgas Garuda Serius Tertibkan Sawit Ilegal di Tesso Nilo, Rehabilitasi Dilakukan Secara Humanis dan Bertahap

Langkah awal pemulihan dilakukan dengan penumbangan pohon sawit dan penanaman tanaman hutan cepat tumbuh. 

Selain itu, Satgas juga menjalankan pendekatan persuasif melalui edukasi, sosialisasi, relokasi mandiri, serta pemasangan plang dan portal kawasan.

Salah satu pemilik kebun sawit, berinisial NS, menyerahkan kembali lahannya secara sukarela. 

“Saya sadar sebagai pelaku usaha dalam kawasan TNTN, saya akan mengikuti proses yang telah saya ikuti melalui Satgas PKH,” ujar NS, dikutip Senin (30/6/2025).

Read also:  Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Regulasi Safeguard AI dan Standar Data Center Hijau

Wakil Komandan Satgas PKH, Brigjen Dody Triwinarno, menegaskan bahwa proses pemulihan akan terus dilakukan. “Negara sudah menguasai TNTN secara sah sejak 10 Juni 2025. Sekarang kita fokus pada percepatan pemulihan kawasan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum yang telah mendukung proses hukum terhadap para pengelola lahan ilegal di kawasan TNTN. “Kami ucapkan terima kasih untuk Kejaksaan, Kepolisian, serta Ditjen Gakkum dan Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan,” kata Dody.

Read also:  Potensi Jadi Andalan Listrik Bersih Industri, Pengembangan Hidro dan Geotermal Hadapi Banyak Tantangan

Baca juga: Hadapi 184 Hotspot, Menteri LH Minta Perusahaan Sawit Aktif Cegah Kebakaran Lahan

Sebelumnya, kunjungan Komisi IV DPR RI pada 19 Juni 2025 yang dipimpin Wakil Ketua Ahmad Yohan juga menyatakan dukungan terhadap penertiban kawasan TNTN.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto, menyatakan pihaknya akan terus mendukung Satgas PKH dalam upaya penguasaan dan pemulihan kawasan konservasi. Ia menilai kesadaran masyarakat yang menyerahkan lahan secara sukarela merupakan dampak positif dari penegakan hukum yang konsisten. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...