RAPIMNAS APHI Pilih Soewarso Sebagai Ketua Umum Usai Indroyono Soesilo Jadi Dubes AS

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) 2025 menetapkan Dr. Soewarso sebagai Ketua Umum Pergantian Antar Waktu untuk masa bakti 2025–2026.

Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat keenam Wakil Ketua Umum APHI, sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

RAPIMNAS yang berlangsung di Bogor, Rabu (3/9/2025) menjadi forum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi setelah Ketua Umum APHI 2021–2025, Prof. Dwisuryo Indroyono Soesilo, ditugaskan oleh pemerintah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.

Read also:  Trenggalek Develops ‘Waste to Coin’ Scheme to Turn Waste into Economic Asset

Sesuai Pasal 30 Ayat 1 AD/ART APHI Tahun 2021, dalam hal Ketua Umum berhalangan tetap atau berhenti sebelum habis masa jabatannya, maka salah satu Wakil Ketua Umum ditetapkan oleh RAPIMNAS untuk melaksanakan tugas hingga akhir periode.

Dengan dasar tersebut, Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas APHI menggelar RAPIMNAS 2025 untuk menetapkan pengganti antar waktu yang akan memimpin organisasi hingga Munas APHI 2026.

“RAPIMNAS tahun ini diselenggarakan untuk memenuhi amanat AD/ART APHI, agar kepemimpinan dapat terus berjalan,” ujar Soewarso.

Read also:  Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Melalui musyawarah mufakat, enam Wakil Ketua Umum APHI akhirnya menyepakati nama Soewarso, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari, sebagai Ketua Umum Pergantian Antar Waktu 2025–2026.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Indroyono yang lebih dari delapan tahun memimpin APHI, dengan membawa capaian-capaian yang sangat berarti, hingga membawa organisasi ini dikenal di tingkat internasional,” kata Soewarso.

Pergantian antar waktu ini memiliki arti penting bagi keberlanjutan APHI. Pertama, keputusan tersebut memastikan roda organisasi tetap berjalan tanpa hambatan menjelang Munas 2026.

Read also:  Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Kedua, APHI menunjukkan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola organisasi yang transparan dan sesuai aturan.

Dengan berakhirnya RAPIMNAS 2025, APHI memasuki fase transisi kepemimpinan yang akan berlangsung hingga 2026. Keputusan ini tidak hanya menjaga kesinambungan organisasi, tetapi juga menegaskan peran APHI sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha kehutanan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...