PHE Perkuat Pengembangan Energi Rendah Karbon di Tengah Target Produksi Migas 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu PT Pertamina (Persero), menargetkan penguatan bisnis energi rendah karbon seiring dengan upaya menjaga dan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional pada 2026.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengatakan perusahaan menjalankan strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy) dengan memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan teknologi energi yang lebih rendah emisi.

“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan lapangan baru, serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujar Edi dalam kegiatan media gathering Subholding Upstream Pertamina di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Read also:  PalmCo Siap Bangun 16 Pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG), Olah Limbah 17 PKS Sawit

Sebagai bagian dari strategi tersebut, PHE juga memperluas pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) serta carbon capture, utilization and storage (CCUS), disertai berbagai program dekarbonisasi operasi untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Pada 2026, PHE menyiapkan sejumlah program operasi untuk mengelola natural decline lapangan sekaligus meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional. Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan sekitar 800 sumur eksploitasi.

Selain kegiatan pengeboran, perusahaan juga merencanakan 1.284 pekerjaan workover, survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 904 kilometer, serta survei seismik tiga dimensi (3D) seluas 1.660 kilometer persegi. Kegiatan well intervention and well service (WIWS) juga ditargetkan mencapai sekitar 33.000 pekerjaan.

Read also:  PLN Operasikan SUTT Blangpidie–Tapak Tuan, Kurangi Ketergantungan PLTD di Aceh Selatan

Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Di sisi lain, PHE terus memperkuat kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, termasuk potensi minyak nonkonvensional, serta menjajaki peluang kerja sama strategis melalui akuisisi aset.

Saat ini PHE mengelola sekitar 27% wilayah kerja migas di Indonesia dan menjadi kontributor utama produksi nasional. Pada 2025, perusahaan menyumbang sekitar 65% lifting minyak nasional atau sekitar 396 ribu barel per hari, serta sekitar 35% lifting gas domestik atau sekitar 1,8 miliar kaki kubik per hari.

Read also:  Indocement Manfaatkan RDF dari Sampah Perkotaan Kabupaten Paser sebagai Bahan Bakar Alternatif

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), terdiri dari sekitar 557 ribu barel minyak per hari dan 2,8 miliar kaki kubik gas per hari. Perusahaan juga melaporkan penemuan sumber daya baru hingga sekitar 1 miliar barel setara minyak (BBOE).

Selain menjaga kinerja produksi, PHE juga mengimplementasikan berbagai teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Dalam menjalankan bisnisnya, PHE juga menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk penerapan kebijakan zero tolerance on bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik Timur Tengah, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Normal

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan, dua kapalnya berhasil keluar dari kawasan konflik di Timur Tengah, sementara dua kapal lainnya masih berada...

Rekor! PLN EPI Kirim 6.700 Ton Biomassa Sekali Angkut ke PLTU Balikpapan

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatat pengiriman biomassa terbesar sepanjang program cofiring setelah mengangkut sekitar 6.700 ton cangkang sawit ke...

PTBA Gelar Panen Raya Padi Hasil Implementasi Kalium Humat di Muara Enim

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar panen raya hasil implementasi kalium humat di Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim,...

Malaysia Apresiasi PLN, Proyek Elektrifikasi Kereta Listrik di Kelantan dan Pahang Tuntas Lebih Awal

Ecobiz.asia — Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan Tenaga Switchgear (TSG) menyatakan puas atas kinerja PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam proyek elektrifikasi East Coast...

Danantara Resmi Tunjuk 2 Perusahaan China Jadi Operator Pembangkit Listrik Sampah, Wajib Lakukan Ini

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia menunjuk dua perusahaan internasional sebagai operator proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste-to-energy di Bekasi dan Denpasar sebagai...

TOP STORIES

Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik Timur Tengah, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Normal

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan, dua kapalnya berhasil keluar dari kawasan konflik di Timur Tengah, sementara dua kapal lainnya masih berada...

ERA Raises S$50 Million for Solar, Green Hydrogen Projects in Indonesia

Ecobiz.asia — Singapore-based renewable energy developer Equator Renewables Asia (ERA) has raised S$50 million to fund large-scale solar, green hydrogen and sustainable industrial zone...

PHE Sebut Kolaborasi dengan Industri Asuransi Penting bagi Keberlanjutan Hulu Migas

Ecobiz.asia -- Peningkatan aktivitas dan produksi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam beberapa tahun ke depan dinilai membuka peluang besar bagi industri...

GeoDipa Salurkan Ribuan Paket Sembako bagi Masyarakat Dieng dan Patuha

Ecobiz.asia -- PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menggelar program Safari Ramadhan 1447 Hijriah dengan menyalurkan bantuan 10.115 paket sembako bagi masyarakat di wilayah...

Gakkum Kehutanan Tangkap Aktor Kunci Jaringan Pembalakan Liar di Taman Nasional Baluran

Ecobiz.asia — Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menangkap seorang tersangka berinisial AH (40) yang diduga menjadi aktor kunci jaringan pembalakan liar di...