Pertamina Hulu Energi Fokus Migas Non-Konvensional dan Deepwater untuk Pasokan Energi Jangka Panjang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan fokus pengembangan deepwater dan migas non konvensional sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional dalam jangka panjang.

Langkah ini menjadi prioritas perusahaan seiring meningkatnya tekanan terhadap produksi domestik dan perlunya penguatan cadangan dalam fase transisi menuju energi rendah karbon.

Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Mery Luciawaty dalam Diskusi Panel Scope Upstream Excellence Forum mengatakan, penguatan portofolio eksplorasi dan percepatan monetisasi temuan menjadi prasyarat untuk stabilitas pasokan di tengah perubahan struktur energi.

Read also:  Pembukaan Bulan K3 Nasional, PLN Nusantara Power Tegaskan Komitmen Zero Accident

Menurutnya, peran migas tetap diperlukan untuk menjembatani transisi energi tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Transisi energi tidak dapat menghilangkan kebutuhan migas secara seketika. Pengelolaan hulu yang kuat menjadi fondasi dalam menjaga ketahanan energi nasional pada masa transisi menuju Net Zero Emission,” ujar Mery dikutip Selasa (3/2/2026).

PHE menempatkan proyek laut dalam sebagai new frontier yang diharapkan memperluas basis cadangan nasional. Sementara itu, pengembangan migas non konvensional dinilai berpotensi menjadi sumber pasokan jangka panjang, terutama untuk menjaga kesinambungan produksi ketika lapangan konvensional mengalami penurunan alami.

Read also:  Pertamina–MIND ID Percepat Hilirisasi Batu Bara Jadi DME untuk Substitusi LPG

Mery menekankan perlunya percepatan alih status temuan eksplorasi menjadi proyek pengembangan yang ekonomis. “Kami mendorong agar temuan eksplorasi dapat lebih cepat dikonversi menjadi proyek komersial yang memberikan kontribusi terhadap produksi dan cadangan nasional,” katanya.

Sebagai bagian dari agenda transisi energi, PHE mengadopsi strategi pertumbuhan ganda melalui penguatan bisnis inti migas dan pengembangan inisiatif rendah karbon. Program yang dijalankan mencakup CCS dan CCUS, hidrogen geologi, serta pengurangan emisi dalam operasi.

Read also:  SIER Gandeng Panah Perak Terapkan Teknologi Nano Bio untuk Pengolahan Air Limbah Industri

“Pendekatan ini kami yakini dapat menjaga daya saing sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional,” kata Mery. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

TOP STORIES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...