Ecobiz.asia – Tim Pengembangan Aset Utara melakukan inisiatif berupa digitalisasi peta area sumur serta rekayasa desain casing 2 string pada 8 pemboran di lapangan minyak Bangko di Wilayah Kerja Rokan yang dioperasikan Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Inisiatif itu terbukti berhasil menghemat biaya operasi hingga Rp54 miliar. Dengan proyeksi rencana pemboran hingga 57 sumur pada akhir 2024, PHR berpotensi menghemat hingga Rp414 miliar.
EVP Upstream Business PHR, Andre Wijanarko, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendorong para perwira untuk terus berinovasi.
Baca juga: ABB Indonesia: Leading the Way in Energy Efficiency, Digital Infrastructure, and Industrial Growth
“Dengan memberikan ruang bagi ide-ide kreatif, PHR berharap dapat menemukan solusi-solusi inovatif yang mampu meningkatkan kinerja produksi secara keseluruhan,” ujar Andre dikutip Kamis, 17 Oktober 2024.
Setelah lebih dari setengah abad berproduksi, Lapangan Bangko sebagai salah satu lapangan minyak produktif di Wilayah Kerja (WK) Rokan telah memberikan kontribusi besar terhadap produksi minyak nasional.
Produksi minyak fase primer dari lapisan high quality reservoir lapangan ini mencapai puncaknya pada 1972 sebesar 141 ribu barel. Seiring dengan penurunan tekanan di reservoir, produksi Bangko secara alamiah terus menurun.
Pasca alih kelola WK Rokan pada Agustus 2021, PHR mulai fokus mengeksploitasi cadangan lain dari dari lapangan ini, yaitu dari reservoir Telisa.
Baca juga: PHE WMO Atasi Lahan Kritis di Pesisir Bangkalan Lewat Program Pertanian Hortikultura
Lapisan Telisa diketahui memiliki potensi cadangan minyak yang cukup signifikan, namun dengan tingkat recovery yang baru 2% saja. “Oleh karena itu PHR akan terus melakukan optimalisasi produksi dari lapangan ini, melalui serangkaian inovasi yang diciptakan para perwira,” tambah Andre.****




