Lantik Pejabat Tinggi Madya, Menteri Hanif Soroti Kualitas Air Sungai di Belakang Kantor KLH

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti kualitas air sungai Cipinang yang terletak di belakang kantor Kementerian Lingkungan Hidup.

Hanif meminta agar jajarannya meningkatkan kualitas air Sungai Cipinang yang saat ini sangat buruk. Pemulihan kualitas air Sungai Cipinang akan menjadi contoh dalam pengelolaan kualitas air sungai-sungai lain di Indonesia.

Berbicara pada saat pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya KLH/BPLH, di Jakarta, Senin (6/1/2025). Menteri Hanif mengungkapkan bahwa sebagian besar Indeks Kualitas Air Sungai di Indonesia saat ini relatif kurang baik.

Baca juga: Pelaku Industri Sambut Baik Permen ESDM Baru Tentang Carbon Capture Storage, IPA: Beri Kepastian Hukum

Read also:  Bauran EBT di Sektor Listrik Capai 16,3 Persen, Lampaui Target RUKN

“Kondisi ini ditunjukkan dengan status mutu air yang memenuhi kelas 2 masih di bawah 50 persen,” katanya. Mutu air kelas 2 berarti dapat digunakan untuk sarana rekreasi air, pembudayaan ikan dan peternakan.

Lebih lanjut Hanif mengatakan menegaskan tentang pentingnya penetapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air (RPPMA) sungai, terutama pada sungai-sungai prioritas di berbagai penjuru Indonesia. Saat ini belum ada satupun dokumen RPPMA Sungai yang sudah ditetapkan.

Menurut Menteri Hanif, perbaikan mutu air sungai dapat dilakukan dengan berkolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

“Harapan kita, dengan penetapan RPPMA, melibatkan semua pihak dalam pemulihan sungai secara bertahap. Ini bisa dilakukan bersama-sama, berkolaborasi,” tegasnya.

Read also:  Kata Menteri LH Soal Gugatan Rp4,84 T Kepada Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Utara

Sebagai percontohan, Hanif meminta agar jajarannya melakukan pemulihan Sungai Cipinang. Dia bahkan menegaskan agar upaya peningkatan mutu air Sungai Cipinang selesai dalam waktu enam bulan.

Baca juga: Diprakarsasi Pertamina EP, Ekoriparian Sungai Hitam Lestari Berkembang Jadi Destinasi Wisata Penyangga IKN

“Kita mesti memberi contoh dengan kongkret. Di belakang kantor kita ada Sungai Cipinang yang mutunya sudah sangat buruk. Saya minta pejabat yang dilantik pada hari ini mampu menyelesaikan cipinang ini dalam enam bulan,” tegasnya.

Hanif mengatakan pemulihan mutu air Sungai Cipinang harus menjadi legacy dari KLH. 

Pada kesempatan itu, Hanif juga mengatakan buruknya kualitas air mengakibatkan eksploitasi air tanah secara masif, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan muka tanah seperti di Pulau Jawa yang mengalami penurunan 10 cm per tahun. 

Read also:  Kemenhut-Yayasan Pertamina Jalin Kolaborasi Optimalkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)

Baca juga: Cegah Sampah Menuju Laut, Pertamina Internasional Shipping Bantu Bersihkan 14 Ton Sampah di Sungai Ciliwung

Secara khusus hal itu juga terjadi di Jakarta, yang mengalami penurunan 20-30 cm per tahun dan memiliki potensi tenggelam dalam beberapa periode ke depan.

“Kita benar-benar harus mengembalikan peradaban sungai kita yang sudah lama kita tinggalkan, kita telah menjadikan sungai kita sebagai belakang rumah kita, sebagai tempat pembuangan sampah kita. Sementara di sisi lain kita dengan asik masuk kemudian mengeksploitasi air tanah dengan sebesar-besarnya,”  kata Hanif Faisol Nurofiq. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hot Spot Meningkat, Manggala Agni Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul meningkatnya...

Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menggelar operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...

TOP STORIES

Hot Spot Meningkat, Manggala Agni Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul meningkatnya...

Dekarbonisasi Kilang Pertamina Internasional Catat Pengurangan Emisi Sepanjang 2025, Lampaui Target

Ecobiz.asia — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mencatatkan capaian signifikan dalam program dekarbonisasi sepanjang 2025 dengan menurunkan emisi lebih dari 450 ribu ton CO₂...

Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menggelar operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)...

Sriwijaya Capital Invests Up to US$20 Mil. in SESNA to Expand Solar Power Projects

Ecobiz.asia — Southeast Asia–focused private equity firm Sriwijaya Capital has invested up to US$ 20 million in PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), marking...

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...