Kolaborasi INVI, Hyundai, dan Laksana Hadirkan Bus Listrik (EV) Medium Pertama Buatan Indonesia, Cocok untuk Perkotaan dan Pariwisata

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Energi Makmur Buana (INVI), anak usaha PT Indika Energy Tbk., berkolaborasi dengan Hyundai Motor Company (HMC) dan Laksana untuk mendukung transisi transportasi publik ramah lingkungan dengan memperkenalkan kendaraan listrik komersial atau commercial electric vehicles (CEV) medium bus pertama yang bodinya dibuat secara lokal.

Bus 8-meter ini adalah bus medium listrik yang dirancang terutama untuk transportasi perkotaan dan pariwisata. 

Dilengkapi dengan tenaga motor hingga 150 kW dengan jangkauan lebih dari 200 km, serta dirancang untuk performa terbaik, daya tahan, dan keselamatan. Bus ini dilengkapi dengan baterai lithiumion polimer dengan efisiensi tinggi, serta sistem pengereman Air-Over-Hydraulic (AOH) yang dikontrol secara elektronik.

Read also:  PGE Bukukan Laba Bersih Tumbuh 15,48%, Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028

Baca juga: Hapus Keraguan Masyarakat pada Motor Listrik Konversi, Kementerian ESDM Gelar EV Conversion Race 2024

Bus itu telah dipamerkan pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Juli 2024. Sementara , uji coba rencananya akan dilakukan pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2024, yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses tender. 

Uji coba juga akan dilakukan untuk layanan antar-jemput karyawan di beberapa perusahaan swasta akan dilakukan pada kuartal pertama tahun 2025.

Sunny Kim, Presiden Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters menekankan, selama GIIAS 2024, sebuah karoseri lokal memperkenalkan bus listrik medium Hyundai, sebagai hasil dari kolaborasi dengan INVI. Ini menunjukkan kesiapan dan kemampuan Hyundai untuk memproduksi kendaraan listrik komersial berkualitas tinggi. 

Read also:  Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

“Ke depannya, kami berencana untuk memperluas fokus dengan memperkenalkan salah satu inovasi kami ke Indonesia: kendaraan komersial dengan teknologi sel bahan bakar hidrogen sebagai solusi untuk mengurangi jejak karbon mobilitas,” kata dia dalam keterangannya, Jumat, 27 September 2024.

Alif Sasetyo, Presiden Direktur INVI menjelaskan bahwa hadirnya bus listrik medium di GIIAS 2024 menandai langkah strategis INVI untuk memperkuat kepemimpinan di sektor kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Baca juga: Dukung Konversi Motor Listrik, Perusahaan Dapat Tambahan Poin PROPER KLHK

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen kami untuk menyediakan solusi transportasi yang memenuhi syarat komponen dalam negeri sesuai ketentuan pemerintah. Dengan kolaborasi ini, INVI bertujuan untuk memfasilitasi adopsi yang lebih luas, meningkatkan nilai bagi pelanggan, dan mendorong pertumbuhan sektor kendaraan listrik di Indonesia,” tutur Alif.

Read also:  PHM Ubah Limbah Makanan Menjadi Pendorong Ekonomi Sirkular di Pesisir Kalimantan Timur

Hadirnya EV medium bus pertama buatan Indonesia ini juga menjadi bagian dari langkah strategis dan komitmen Indika Energy dalam mewujudkan netral karbon (net-zero) pada tahun 2050. 

Baca juga: Hitung-hitungan Kementerian ESDM, Konversi Motor Listrik Turunkan Emisi 132,25 Juta Ton Karbon

Melalui INVI, Indika Energy mendukung kebijakan pemerintah dan menjalankan peran aktif dalam memajukan ekosistem kendaraan listrik dalam mendukung mobilitas berkelanjutan. INVI juga turut berkontribusi untuk mengembangkan sistem transportasi publik berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Elnusa Perkuat Kapabilitas Geoscience untuk Dukung Eksplorasi Energi

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS)...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

Penyempurnaan PGN Mobile, Catat Meter Mandiri Kini Lebih Akurat

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan GasKita melalui...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

TOP STORIES

Elnusa Perkuat Kapabilitas Geoscience untuk Dukung Eksplorasi Energi

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS)...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

Penyempurnaan PGN Mobile, Catat Meter Mandiri Kini Lebih Akurat

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan GasKita melalui...

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...