Kerjasama dengan HDF Energy Indonesia, BAg Kaji Potensi Kapal Hidrogen

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) menandatangani Memorandum of Understanding  ( MoU) dengan PT HDF Energy Indonesia.

HDF Energy Indonesia merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur hidrogen skala besar dan teknologi fuel cell multi-megawatt dimana perusahaan ini berkomitmen penuh untuk mendukung transisi energi melalui solusi pembangkit listrik berbasis hidrogen yang ramah lingkungan dan stabil.​ 

Baca juga: Dukung Transisi Energi Bersih, PLN Nusantara Power Pamerkan Inovasi Hidrogen di GHES 2025

MoU ini terkait dengan Kerja Sama Studi Implementasi Teknologi Hidrogen untuk Dekarbonisasi khususnya pada Sektor Pelayaran. Hal ini selaras dengan upaya PT PLN (Persero) dalam transisi energi untuk menuju  Net Zero Emission  pada tahun 2060.

Read also:  ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Hidrogen berpotensi menjadi alternatif bahan bakar masa depan yang penting dalam dekarbonisasi khususnya pada bidang maritim. 

Kerja sama ini berfokus pada studi implementasi retrofit kapal dengan memanfaatkan fuel cell hydrogen serta pemanfaatan hydrogen sebagai bahan bakar kapal.

Kerjasama strategis ini menandai tonggak penting dalam upaya transisi energi khususnya pada Sektor Pelayaran mengingat potensi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. 

Kesepakatan ini diresmikan pada acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 pada 15 April 2025 bertempat di Jakarta International Convention Center.

Disaksikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Perwakilan Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Michel Oldenburg dan Carine Lalman, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo serta para stakeholder lainnya di bidang energi dan kemaritiman, kolaborasi antara pemangku kepentingan ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sumber energi yang bersih untuk pelayaran Indonesia.

Read also:  PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Tri Susanto selaku Direktur Utama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna dan Mathieu Geze selaku Direktur Utama PT HDF Energy Indonesia.

Baca juga: Kementerian ESDM Luncurkan Dokumen Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional

Melalui Kerjasama ini diharapkan kedua perusahaan mampu menilai kelayakan pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi alternatif untuk kapal kapal BAg.

Read also:  Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

“Kesepakatan ini menjadi bukti nyata komitmen BAg dalam menghadapi transisi energi. Saat ini BAg sudah melakukan upaya dekarbonisasi melalui penggunaan onshore charging pada kapal saat pembongkaran di Pelabuhan PLTU Suralaya dan upaya lanjutanya adalah mengkaji penggunaan elektrik power serta bersama dengan HDF Energy Indonesia kami akan menggali potensi hydrogen sebagai energi bersih masa depan,” Tutur Tri Susanto selaku Direktur Utama BAg.

Semoga dengan adanya kerjasama ini menjadi langkah awal yang menginspirasi bagi Insan BAg maupun seluruh stakeholder dalam rangka menjalankan bisnis berkelanjutan menuju Net Zero Emission 2060.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...