Kemenhut Ungkap Karhutla Capai 8.594 Hektare, 93 Persen di Luar Kawasan Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mengungkapkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mencapai 8.594,5 hektare selama periode 1 Januari hingga 31 Juni 2025.

Provinsi dengan dampak terluas adalah Nusa Tenggara Timur (1.424,23 ha), disusul Kalimantan Barat (1.149,02 ha), dan Riau (751 ha).

“Sebesar 80% karhutla berada di tanah mineral. Kemudian untuk kawasannya, sebagian besar ada di luar kawasan hutan, 93%,” kata Sesditjen Penegakan Hukum Kemenhut Lukita Awang NIstyantara di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Kemenhut juga mengungkapkan, berdasarkan pantauan satelit Terra-Aqua (NASA), sejak awal Januari hingga 22 Juli 2025, terdeteksi 854 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Read also:  Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Dari jumlah tersebut, 180 titik berada di Riau, dan 106 di antaranya berada di Rokan Hilir. Setiap hotspot yang terpantau dilakukan pengecekan lapangan dan pemadaman oleh Manggala Agni bersama instansi terkait.

Lukita mengatakan, sebagai respons atas ancaman karhutla yang terus meningkat, Kemenhut mengerahkan 998 personel Manggala Agni di wilayah Sumatera yang tersebar di 17 Daerah Operasional (Daops) dan 12 pondok kerja.

Di Riau, empat Daops aktif yaitu Dumai (62 personel), Pekanbaru (44), Rengat (61), dan Siak (61). Khusus di Kabupaten Rokan Hilir yang mencatat jumlah hotspot tertinggi di Riau, telah diturunkan delapan regu atau sekitar 120 personel. Lima regu dari Riau dan tiga regu bantuan dari Jambi dan Sumatera Selatan.

Read also:  Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Langkah pencegahan juga dilakukan melalui patroli kebakaran hutan yang melibatkan 804 posko desa. Patroli dilakukan baik secara mandiri oleh Manggala Agni maupun secara terpadu bersama POLRI, TNI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan ini dilengkapi dengan edukasi publik, sosialisasi, dan kampanye kesadaran melalui berbagai media.

Untuk menurunkan potensi kebakaran di lahan gambut, pemerintah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga Juli 2025, penyemaian awan dilakukan di tiga provinsi dengan total bahan semai 34.300 kg: Riau (12.600 kg), Jambi (16.900 kg), dan Sumatera Selatan (4.800 kg).

Read also:  RSPO Perketat Pantauan Karhutla di Perkebunan Bersertifikat, Telusuri Penyebab Kebakaran

Kasubdit Penanggulangan Kebakaran Hutan Kemenhut Israr Albar menjelaskan untuk pencegahan, Kemenhuit memperkuat peran masyarakat dengan membentuk dan memberdayakan MPA di tingkat tapak. Di sisi kelembagaan, Forum Koordinasi Desk Penanganan Karhutla yang dipimpin Menkopolhukam telah dibentuk sejak 13 Maret 2025 sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

“Langkah-langkah ini menjadi bukti konkret bahwa penegakan hukum kehutanan tidak hanya soal penindakan, tetapi juga pemulihan, pencegahan, dan edukasi,” ujar Israr. “Kami mengajak semua pihak ikut menjaga kelestarian hutan demi masa depan yang berkelanjutan.” ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...