Indonesia–Swiss Perluas Program Pengembangan Talenta Energi Terbarukan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Swiss memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) energi bersih melalui peluncuran Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase II, sebagai bagian dari strategi menyiapkan tenaga kerja transisi energi menuju target net zero emission (NZE) 2060.

Program yang diluncurkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Rabu (21/1/2026), berfokus pada penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi energi terbarukan agar selaras dengan kebutuhan industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Prahoro Nurtjahyo, mengatakan kesiapan SDM menjadi faktor penentu keberhasilan transisi energi nasional.

Read also:  Kemenhut Perbarui Rencana Kehutanan Nasional, Fokus Seimbangkan Ekonomi, Ekologi, dan Kesejahteraan

“RESD Fase II diarahkan untuk membangun ekosistem pengembangan SDM yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri energi bersih,” ujar Prahoro.

RESD Fase II melanjutkan capaian fase pertama yang berjalan pada 2020–2025. Pada periode tersebut, program ini mencetak 450 lulusan sarjana terapan bidang energi terbarukan, melatih 386 teknisi PLTS dan PLTMH di sembilan provinsi, serta meningkatkan kapasitas 214 dosen dan instruktur. Tingkat serapan kerja lulusan politeknik peserta program mencapai sekitar 80 persen.

Read also:  KLH-Freeport Restorasi Mangrove di Sumbawa, Menteri Jumhur Tegaskan Semangat Tobat Ekologis

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, menyebut kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam menyiapkan tenaga kerja terampil untuk mendukung dekarbonisasi sektor energi.

“Dengan dukungan SECO, RESD menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan SDM energi terbarukan dan penguatan kapasitas kelembagaan,” kata Zehnder.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi, menilai RESD berperan penting dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri energi bersih.

Read also:  Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat kurikulum, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal dalam pengembangan keterampilan hijau (green skills).

Pada periode 2025–2028, RESD Fase II akan diperluas ke 19 politeknik dan lembaga pelatihan di 15 provinsi di bawah Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Fokus pengembangan mencakup teknologi penyimpanan energi baterai, penguatan fasilitas laboratorium berstandar industri, serta pengarusutamaan kesetaraan gender. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Rekomendasikan Penataan Ulang Tata Ruang Sumatra, Cegah Bencana Banjir Berulang

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menemukan jutaan hektare kawasan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memerlukan penataan ulang tata...

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional melalui 93 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp32 triliun untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan...

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian...

TOP STORIES

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Indonesia Links Transport Decarbonization to Energy Security, Rolls Out Zero ODOL Roadmap

Ecobiz.asia - Indonesia is positioning transport decarbonization as a key pillar of its energy security strategy while rolling out a nine-point roadmap to eliminate...

PLN Expands EV Charging Network as Home Chargers Surpass 92,000

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned electricity company PT PLN (Persero) has significantly expanded the country's electric vehicle (EV) charging infrastructure, with the number of home...

Danantara Issues Conditional Letters of Award to Eight Partners for Indonesia’s Second-Phase WTE Projects

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management (DIM) has officially issued Conditional Letters of Award (CLoA) to eight selected consortiums for the second phase of...