ICCSC Luncurkan The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menggelar soft launching The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026 sebagai langkah awal untuk memperkuat diskusi dan kolaborasi menuju implementasi proyek Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to The 4th IICCS Forum 2026, yang dirancang untuk menyatukan pemerintah, industri, akademisi, serta mitra regional dan internasional dalam mendorong pengembangan ekosistem CCS nasional.

Soft launching mengusung tema “Advancing Indonesia’s CCS Project Deployment; Driving Policy Alignment, Regional Collaboration, and Sustainable Carbon Economy”, seiring pergeseran pengembangan CCS di Indonesia dari tahap inisiasi menuju fase persiapan proyek.

Read also:  PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi regulasi untuk pengembangan CCS. Sejumlah kebijakan terkait CCS telah diterbitkan melalui Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Peraturan Pemerintah sejak 2023.

“Soft launching ini menjadi titik awal untuk menyusun rencana kerja sama yang lebih konkret antar pemangku kepentingan menjelang 2026,” ujar Rizky, Kamis (29/1/2026).

Pemerintah telah menegaskan CCS merupakan instrumen penting dalam mendukung target penurunan emisi dan transisi energi nasional menuju net zero emission.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Pengembangan CCS dinilai membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten, serta kerja sama erat antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra regional agar mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi.

ICCSC menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan CCS di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh potensi penyimpanan karbon dan posisi strategis regional. Kolaborasi lintas negara dinilai krusial untuk membangun ekonomi karbon yang berkelanjutan.

Ketua Panitia Pelaksana The 4th IICCS Forum 2026 menyatakan rangkaian Road to IICCS Forum 2026 akan diarahkan pada diskusi yang lebih aplikatif, mencakup peluang investasi, pengembangan proyek CCS, serta pemanfaatan ekonomi karbon di Indonesia.

Read also:  Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Soft launching ini diselenggarakan melalui kolaborasi ICCSC dan On Us Asia, dengan tujuan membangun ruang dialog yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi kebijakan dan memperjelas peran CCS dalam transisi energi nasional.

Rangkaian Road to The 4th IICCS Forum 2026 akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan lanjutan hingga pelaksanaan forum utama, yang ditargetkan menjadi ajang CCS terbesar di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Explore Blue Carbon Potential Across 24,000 Hectares of Mangroves

Ecobiz.asia – The Aceh Tamiang administration, climate technology company Fairatmos and Mandala Katalika (Manka) have signed a cooperation agreement to explore a mangrove-based blue...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

JDS dan ITB Bahas Tantangan dan Peluang CCS/CCUS di Indonesia

Ecobiz.asia — Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di Indonesia membutuhkan pemahaman lintas disiplin, mulai dari teknologi...

Indonesia Tawarkan Energi Hijau untuk Tarik Investasi Data Center

Ecobiz.asia — Pemerintah menawarkan potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia untuk menarik investasi pusat data (data center), seiring meningkatnya kebutuhan listrik industri digital. Potensi...

Wärtsilä: Fleksibilitas Sistem Listrik Penting untuk Percepatan EBT dan Ekonomi Digital

Ecobiz.asia -- Percepatan energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih fleksibel agar peningkatan pasokan listrik bersih tetap berjalan...