Dukung Transisi Energi Bersih, PLN Nusantara Power Pamerkan Inovasi Hidrogen di GHES 2025

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Nusantara Power (PLN NP) menjadi salah satu peserta utama dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2025, yang bertujuan mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen global. Dengan membawa empat inovasi unggulan—Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG), Hydrogen Refueling Station, mobil listrik hybrid berbahan bakar hidrogen H-E Nusantara, serta teknologi produksi Green Hydrogen— PLN NP siap memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam transisi energi berkelanjutan.

Baca juga: Pertamina-Hyundai Motor Group Bangun Proyek Waste to Hydrogen, Manfaatkan Biometana dari TPA Sarimukti Bandung

PLN NP menjadi salah satu Perusahaan yang secara aktif berperan dalam mendukung pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia. Sub holding PLN (Persero) ini tahun 2023  tercatat sebagai pelopor dalam pengembangan Green Hydrogen Plant pertama di Indonesia pada kawasan PLTGU  Muara Karang.

Inovasi juga terus dilakukan melalui pengembangan kendaraan hybrid berbahan bakar hidrogen hijau pertama di Indonesia, H-E Nusantara, serta uji coba hidrogen untuk pembangkitan di Gili Ketapang.

Read also:  Danantara–PLN Jajaki Peluang Investasi Energi Baru dan Terbarukan

Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah  menyatakan  inovasi dalam pengembangan hidrogen dilakukan untuk mendukung NZE  Indonesia tahun 2060. Ajang GHES 2025 menjadi momen untuk menjaring kolaborasi global dalam mendukung pengembangan hidrogen.

“Inovasi hidrogen kami bukan hanya wacana, tapi bukti nyata menuju NZE 2060. GHES 2025 adalah momen strategis untuk memperluas kolaborasi global,” tegas Ruly.

Dalam GHES 2025 PLN NP memamerkan beberapa inovasi yang dimiliki seperti HFCG 100 kVA,  H-E Nusantara, dan produksi  hidrogen hijau dari Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang. HFCG merupakan generator berbahan bakar hidrogen hijau yang  telah sukses memasok listrik bebas emisi untuk PLN Electric Run 2024 dengan mengurangi 14 ton CO₂ dan beberapa event nasional lainnya.

H-E Nusantara adalah mobil hybrid hidrogen-listrik karya kolaborasi PLN NP-ITS dengan jarak tempuh 270 km dan refueling hidrogen hanya 5 menit. Sedangkan GHP  merupakan produksi hidrogen hijau di PLTGU Muara Karang dengan kapasitas 95 ton/tahun. Produksi ini selain  digunakan untuk pendingin generator juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Read also:  Medco Foundation Salurkan Bantuan Rp1,7 Miliar untuk Korban Banjir di Sumatera

GHES  2025 dibuka oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Selasa (15/4) sebagai penanda dukungan Pemerintah bagi pengembangan hidrogen dalam industri strategis nasional. Acara ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060, di mana hidrogen diyakini sebagai solusi dekarbonisasi sektor industri dan transportasi.

Baca juga: Kementerian ESDM Luncurkan Dokumen Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional

Bahlil menyatakan pengembangan hidrogen selaras dengan visi Presiden,  khususnya terkait kedaulatan dan swasembada energi. Pengembangannya dapat dilakukan dengan program hilirisasi yang tengah diusung oleh pemerintah. 

Menurut Bahlil, dalam sepuluh tahun ke depan, produksi gas Indonesia akan naik dua kali lipat  dibandingkan saat ini.

Read also:  Demi Kualitas Hidangan dan Efisiensi Operasional, Restoran Beralih ke Gas Bumi PGN

“Saya akan mendorong untuk sumur-sumur gas baru akan lebih diprioritaskan kepada market dalam negeri dan hilirisasi, termasuk hidrogen,” kata Bahlil. Menurutnya pemanfaatan hidrogen dapat turut mendukung industri strategis nasional, salah satunya di sektor transportasi.

GHES 2025 diselenggarakan oleh Indonesia Fuelcell and Hydrogen Energy (IFHE) pada 15  – 17 April di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan menghadirkan konferensi, pameran, business matching, hingga uji coba kendaraan hidrogen.

Acara ini fokus pada beberapa poin penting, termasuk kebijakan pemerintah terkait roadmap hidrogen nasional dan regulasi menuju netral karbon, peluang investasi hidrogen bersih di Nusantara, serta ambisi korporasi multinasional dalam pengembangan pasar hidrogen global.

Dengan menggabungkan diskusi kebijakan, teknologi, bisnis, dan praktik langsung, GHES 2025 bertujuan mempercepat transisi energi bersih melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN Beberkan Peran PLTA Sipansihaporas dalam Mitigasi Banjir di Sumatra, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) menegaskan peran strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas dalam mitigasi banjir di wilayah Sumatra, khususnya di Kabupaten Tapanuli...

Pertamina–MIND ID Percepat Hilirisasi Batu Bara Jadi DME untuk Substitusi LPG

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkuat kolaborasi strategis untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi energi alternatif pengganti...

Didukung INA, DayOne Kantongi Pendanaan Jumbo untuk Ekspansi Pusat Data Hijau

Ecobiz.asia — DayOne Data Centers Limited, platform pusat data hyperscale independen yang berkantor pusat di Singapura, memperoleh pendanaan ekuitas Seri C senilai lebih dari...

PGEO Pastikan Operasional Panas Bumi Berkelanjutan, Pemanfaatan tak Sekadar Pembangkitan Listrik

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan operasional panas bumi berjalan aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemanfaatan panas bumi yang tidak...

BSI Gandeng BASE Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Menuju NZE 2060

Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi...

TOP STORIES

PLN Beberkan Peran PLTA Sipansihaporas dalam Mitigasi Banjir di Sumatra, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) menegaskan peran strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas dalam mitigasi banjir di wilayah Sumatra, khususnya di Kabupaten Tapanuli...

Prabowo Resmikan Kilang RDMP Balikpapan Senilai Rp123 T, Perkuat Swasembada Energi Hulu-Hilir

Ecobiz.asia — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1), sebagai bagian dari upaya...

Krisis Air dan Pentingnya Menjaga ‘Celengan’ Alam

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan (2021) dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan...

Soroti Stagnansi Pasar Karbon Nasional, DPR Dorong Pembentukan Kementerian Perubahan Iklim

Ecobiz.asia — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ateng Sutisna, mendorong pembentukan kementerian atau lembaga khusus perubahan iklim untuk...

Kemenhut Manfaatkan Kayu Hanyutan untuk Pembangunan Hunian Sementara Pascabanjir Aceh dan Sumatera Utara

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memanfaatkan kayu hanyutan akibat bencana hidrometeorologi untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Aceh Utara...