Biodiversity Action Plan Jadi Strategi PHE Menjaga Alam dan Ketahanan Operasi Migas

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina meningkatkan komitmennya dalam menjaga keanekaragaman hayati di seluruh wilayah operasinya, termasuk area sensitif secara ekologis.

Melalui penerapan Biodiversity Action Plan (BAP), PHE menargetkan seluruh wilayah kerja memiliki rencana perlindungan keanekaragaman hayati pada 2030 dan mendorong tercapainya Net Positive Impact (NPI).

VP HSSE Subholding Upstream Pertamina Defrinaldo menjelaskan, PHE menerapkan Preliminary Assessment–Biodiversity Action Plan (PRA-BAP) untuk menilai sensitivitas lingkungan dan memastikan setiap proyek baru maupun eksisting mengikuti prinsip perlindungan keanekaragaman hayati. Penilaian dilakukan berdasarkan regulasi, kawasan lindung, nilai ekologis, kondisi sosial-budaya masyarakat sekitar, hingga aspek perizinan.

Read also:  Hari Air Sedunia, Pertamina Bangun Sumur Bor di Papua hingga Salurkan Air Bersih ke Wilayah Bencana

“Melindungi biodiversitas bukan hanya kewajiban, tetapi strategi ketahanan bisnis PHE di masa depan,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/11/2025).

Defrinaldo juga menegaskan hal ini saat menjadi pembicara di Paviliun Indonesia pada forum internasional Conference of Parties ke-30 (COP30) di Belém, Brazil.

Dijelaskan, hingga 2025, PHE telah menjalankan komitmen terkait Biodiversity di 29 wilayah kerja dengan area konservasi mencapai lebih dari 48 ribu hektare.

Diantaranya program Biodiversity Action Plan yang dijalankan di wilayah kerja Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), yaitu penanaman 314.865 mangrove, pemulihan 39,22 hektare kawasan pesisir, transplantasi terumbu karang dan pelepasan 217 tukik.

Read also:  Dorong Energi Bersih, PGN Perluas Pemanfaatan BBG di Transportasi

Program lainnya konservasi Gajah Sumatra di Pertamina Hulu Rokan, Konservasi Owa Jawa di Pertamina EP, dan restorasi Hutan Bulian yang dijalankan di wilayah kerja Pertamina EP Pendopo Field.

Seluruh kegiatan Biodiversity Action Plan dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, pemerintah daerah, serta otoritas lingkungan seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Selain itu, kegiatan konservasi ini juga tidak terlepas dari pelibatan dan pemberdayaan masyarakat yang turut memberikan dampak dalam keberlanjutan konservasi keanekaragaman hayati.

Upaya PHE sejalan dengan agenda global yakni Global Biodiversity Framework 2050, target Nature Positive 2030, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama Tujuan 14 Ekosistem Laut, Tujuan 15 Ekosistem Darat, serta Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP).

Read also:  JICA Kucurkan Pinjaman Rp3 Triliun untuk Proyek Panas Bumi Hululais

Defrinaldo menegaskan bahwa keberlanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati kini menjadi enabler bisnis PHE, termasuk dalam menjaga kegiatan operasional, meningkatkan reputasi, dan membuka peluang pasar karbon maupun kredit biodiversitas.

“Bisnis kami tumbuh ketika alam juga tumbuh. PHE membangun warisan energi yang menopang manusia dan juga planet ini,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN Nusantara Power Gandeng VOGO-ARSTROMA, Jakaki Pengembangan Teknologi CCUS Berbasis Membran

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menjajaki pengembangan teknologi penangkapan karbon melalui kerja sama dengan VOGO-ARSTROMA guna mendukung transisi energi dan target net zero...

PGN Group Borong 4 PROPER Emas dan 5 Hijau 2025

Ecoboz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali mempertegas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih empat PROPER Emas dan lima PROPER...

PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional untuk Jaga Produksi dan Dukung Transisi Energi

Ecobiz.asia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan migas non-konvensional (MNK) sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah...

NHM Pulihkan 232,69 Hektare Lahan Bekas Tambang, Tingkat Keberhasilan 100%

Ecobiz.asia — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) telah memulihkan 232,69 hektare lahan bekas tambang hingga 2026 melalui program reklamasi dan revegetasi, dengan tingkat keberhasilan...

Tanam 4.300 Pohon di Enam Wilayah, Pertagas Perkuat Komitmen Lingkungan

Ecobiz.asia — PT Pertamina Gas (Pertagas) menanam sebanyak 4.300 pohon di enam wilayah operasi sebagai bagian dari penguatan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan ini...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...