Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Makassar, Investor China Tanam Investasi 200 Juta Dolar AS 

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Konsorsium investor China akan menggelontorkan dana sebesar 200 juta dolar AS dalam proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Proyek tersebut akan berkapasitas hingga 1.300 ton per hari.

Pembangunan PLTSa dimulai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Makasar yang diwakili oleh Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan PT Sarana Utama Synergy yang diwakili oleh CTO SUS Environment, Jiao Xue Jun; dan Direktur Utama PT. Sarana Utama Synergy, Yee Wai Kuen, di Makassar, Selasa, 9 September 2024.

Penandatangan PKS juga disaksikan oleh Asisten Deputi (Asdep) Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Ridha Yasser.

Read also:  ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Baca juga: Pasang Mikro PLTS, PLN Buka Akses Listrik Bersih 24 Jam Penuh di Tiga Pulau Kabupaten Pangkep 

 
Ridha menjelaskan tentang (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan sabagi salah satu upaya untuk mengatasi darurat sampah. PSEL dikenal dengan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di sektor energi atau disebut waste to energy (WtE).

Berdasarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018, setidaknya memilih 12 kota untuk pembangunan PLTSa. Salah satunya Makassar.

“Hari ini kita menyaksikan bersama proses penandatangan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kota Makassar dan Konsorsium SUS Shanghai Holding Limited – Shanghai SUS Environment Co.Ltd – PT Grand Puri Indonesia,” ujarnya.

Read also:  NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Proyek PLTSa di Kota Makassar akan memiliki kapasitas sebesar 1.300 ton/hari. Proyek ini akan dilengkapi dengan dua jalur pembakaran berkapasitas 2×650 ton/hari. 

Sebagai salah satu proyek strategis nasional untuk pengolahan sampah di Indonesia, proyek ini juga secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca, mendukung Indonesia dalam mencapai target netral karbon.

CTO SUS Environment, Jiao Xue Jun mengaku terhormat dapat berpartisipasi dalam proyek pembakaran sampah untuk pembangkit listrik di Indonesia. 

“Sebagai perusahaan energi bersih terkemuka di China, kami akan memanfaatkan keunggulan teknologi dan manajemen kami untuk memastikan pembangunan dan operasi proyek yang efisien, serta memberikan dorongan baru untuk perkembangan berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Read also:  PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku bersyukur akhirnya kerja sama PSEL Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan akhirnya bisa ditandatangani setelah melalui proses yang panjang. “Hari ini sebuah perjalanan Panjang, kita sama-sama mengurus secara seksama,” ungakapnya.

Baca juga: Kurangi Emisi Karbon Industri, Pemerintah Mau Atur Pemanfaatan EBT Untuk Smelter

Proyek ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026, dan diharapkan akan menjadi proyek percontohan penting di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

Pangkas Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyiapkan jaringan logistik Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477...

MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadikan pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebagai pijakan awal untuk membangun kapabilitas dan...

Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas percontohan untuk mengembangkan...

ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Ecobiz.asia – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) bersama peserta Women On The Move 2026 melakukan aksi konservasi laut di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan...

TOP STORIES

Verra Launches Scope 3 Standard Program to Certify Value Chain Climate Action

Ecobiz.asia – Verra has launched its Scope 3 Standard (S3S) Program, a framework designed to quantify, verify and certify the climate outcomes of projects...

Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik hingga Selasa (15/9/2026) malam....

B50 Sudah Mengalir di 94% SPBU, Pemerintah Kejar Deadline Transisi 1 Oktober

Ecobiz.asia — Implementasi biodiesel 50% atau B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 SPBU di seluruh Indonesia atau sekitar 94%. Pemerintah kini mengejar penyelesaian transisi...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

WWF Indonesia dan DIPI Dorong Transformasi Ritel untuk Perkuat Pangan Sehat dan Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Transformasi sistem pangan di Indonesia perlu didorong dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peritel sebagai penghubung utama antara produsen dan konsumen. Penguatan...