The International Hydropower Association (IHA) Luncurkan Outlook PLTA di Asia Tenggara, Potensi Besar Indonesia Terungkap

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – The International Hydropower Association (IHA) meluncurkan dokumen outlook pengembangan PLTA Sedunia untuk Wilayah Asia Tenggara Tahun 2024 di Jakarta, Rabu, 18 September 2024.

Dari dokumen berjudul 2024 World Hydropower Outlook in Southeast Asia itu terungkap potensi besar yang dimiliki Indonesia.

World Hydropower Outlook merupakan publikasi tahunan unggulan IHA yang merinci dan memotret kemajuan pembangunan PLTA secara global demi mencapai nol emisi karbon. Publikasi ini merekomendasikan proyek-proyek tenaga hidro yang akan datang, yang dilaksanakan dengan standar keberlanjutan setinggi mungkin dengan proses perizinan yang lebih efisien.

Baca juga: PLN Targetkan PLTA Jatigede 110 MW Beroperasi Akhir Tahun, Tingkatkan Pasokan Listrik EBT

Dalam publikasi itu terungkap prospek PLTA di Asia Tenggara yang meliputi

• Indonesia telah berkomitmen untuk memanfaatkan potensi tenaga airnya yang besar, dengan rencana untuk meningkatkan kapasitas dari 6,7 GW menjadi total kapasitas 72 GW pada tahun 2070.

• Filipina bermaksud untuk mencapai pangsa energi terbarukan sebesar 35% pada tahun 2030. Untuk mencapai target ini, dua proyek utama – fasilitas tenaga air pompa penyimpanan laguna berkapasitas 800 MW dan pembangkit listrik tenaga air Sungai Maladugao berkapasitas 8,4 MW sedang dalam tahap pembangunan.

Read also:  Program TJSL Pertamina NRE Bekali Nelayan Penerangan PLTS, Dongkrak Produktivitas

• Thailand telah menargetkan campuran energi terbarukan sebesar 30% pada tahun 2037, dengan 3 GW tenaga air dan proyek hibrida surya terapung hidro yang sedang direncanakan.

• Malaysia sedang membangun unit surya terapung 50 MW pertamanya di reservoir tenaga air.

• Kapasitas tenaga air Vietnam diperkirakan akan tumbuh hingga 29,35 GW pada tahun 2030.

Pada peluncuran Publikasi itu juga diresmikan Kantor IHA di Asia Tenggara di Jakarta, bekerja sama dengan Asosiasi Tenaga Hidro Indonesia (INAHA) dan perusahaan listrik milik negara Indonesia, PLN.

Baca juga: Ada Potensi 5.087,26 MW, Kementerian ESDM Dorong  Proyek PLTA-Mikro Hidro Gantikan Gas Bumi di Aceh dan Sumut

Berdasarkan tema Prospek 2024, kantor IHA tersebut berfungsi sebagai pusat kolaborasi lintas wilayah, yang memungkinkan anggota dan pemangku kepentingan IHA untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik lintas batas.

Tim IHA di Jakarta segera memulai pekerjaan, mengadakan diskusi untuk meningkatkan laju pembangunan tenaga air saat ini guna mendukung target COP28 untuk melipatgandakan energi terbarukan pada tahun 2030, dan membangun jaringan tenaga air berkelanjutan yang kuat sebagai tulang punggung target ini.

Read also:  Pertamina Hulu Energi Fokus Migas Non-Konvensional dan Deepwater untuk Pasokan Energi Jangka Panjang

Kantor baru ini akan melanjutkan warisan yang ditetapkan untuk tenaga air berkelanjutan di Asia Tenggara, setelah Pernyataan Bali yang dibuat pada Kongres Tenaga Air Dunia 2023. 

Pernyataan tersebut menguraikan bahwa tenaga air berkelanjutan harus menjadi tulang punggung strategi nasional untuk membangun ekonomi yang berkembang dan rendah karbon yang didukung oleh energi bersih dan terbarukan.

Hadir pada Persemian Kantor IHA yaitu Presiden IHA dan mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Ketua INAHA Adi Lumakso, dan Harris Yahya, Kepala Bidang Survei dan Pengujian yang mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Indonesia, Dadan Kusdiana.

Malcolm Turnbull, Presiden IHA, mengatakan Indonesia menetapkan target ambisius pembangunan PLTA hingga tahun 2070 dan telah terbukti menjadi pemimpin energi terbarukan di kawasan ini sebagai bagian dari strategi industrialisasinya.

Baca juga: Produksi Listrik Bersih PLN Indonesia Power Capai 10.175,63 GWh, PLTA Berkontribusi Terbesar

“Pembukaan kantor IHA Asia Tenggara menggarisbawahi pekerjaan penting ini, yang perlu dilanjutkan jika kita ingin mencapai tujuan kita. Proyek tenaga air membutuhkan waktu lebih lama daripada tenaga surya, yang sedang berkembang pesat, jadi kita perlu bergerak lebih cepat untuk menyediakan tenaga air yang kita butuhkan untuk memperkuat energi terbarukan. Pembukaan kantor regional menunjukkan komitmen kita untuk bekerja sama dengan anggota kita untuk mendukung percepatan ini,” katanya

Read also:  Samindo Resources Targetkan Pemindahan 34,5 Juta BCM Batuan Penutup pada 2026

Adi Lumakso, Ketua INAHA, menambahkan INAHA gembira dapat bekerja sama dengan IHA untuk melanjutkan warisan tenaga air berkelanjutan di Asia Tenggara. 

“Indonesia telah menetapkan sasaran utama untuk pengembangan tenaga air dan kami siap memainkan peran kami dalam mendorong pencapaiannya. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungannya,” katanya

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, kolaborasi antara PLN, pemerintah Indonesia, dan IHA ini memberi harapan bahwa kita tidak menghadapi perubahan iklim sendirian. 

“Perubahan iklim adalah masalah global yang harus ditangani secara kolektif. Oleh karena itu, PLN tidak dapat menanggung beban ini sendirian; satu-satunya cara untuk maju adalah melalui kolaborasi,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Pertamina Siap Tembus Pasar Internasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mempercepat langkah masuk ke pasar internasional melalui pembangunan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global. Inisiatif ini diarahkan...

Samindo Resources Targetkan Pemindahan 34,5 Juta BCM Batuan Penutup pada 2026

Ecobiz.asia — PT Samindo Resources Tbk menetapkan target pemindahan batuan penutup (overburden removal) sebesar 34,5 juta bank cubic meter (BCM) sepanjang 2026, seiring upaya...

Ceria Corp Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih di Lingkar Tambang Kolaka

Ecobiz.asia — Ceria Corp menyatakan dukungan terhadap percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih di wilayah lingkar tambang perusahaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara....

Diminati Filipina, Teknologi Panas Bumi Flow2Max PGE Menuju Pasar Global

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mulai menjajaki pasar internasional dengan menargetkan pemasangan perdana teknologi Flow2Max di lapangan panas bumi milik Energy...

Indocement Manfaatkan RDF dari Sampah Perkotaan Kabupaten Paser sebagai Bahan Bakar Alternatif

Ecobiz.asia — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Paser untuk memanfaatkan refuse-derived fuel (RDF) yang dihasilkan dari pengolahan...

TOP STORIES

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...

Jangan Terus Bebani TPA, Menteri LH: Pengelolaan Sampah Kota Harus Dimulai Dari Rumah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir...

Terdaftar di IDX Carbon, NBE Tawarkan Kredit Karbon dari Proyek Biogas Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, resmi bergabung dengan IDX Carbon, menawarkan kredit karbon yang dihasilkan dari...

Pertamina Targets Europe, Asia-Pacific with Globally Certified Sustainable Aviation Fuel

Ecobiz.asia — PT Pertamina is accelerating its entry into the international market by developing a globally certified sustainable aviation fuel (SAF) ecosystem, positioning Indonesia...

Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Pertamina Siap Tembus Pasar Internasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mempercepat langkah masuk ke pasar internasional melalui pembangunan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global. Inisiatif ini diarahkan...