ACEXI Dorong Desentralisasi Pengelolaan Karbon demi Keadilan Ekonomi Hijau

MORE ARTICLES

Ecobiz.Asia — Asosiasi Carbon Expert Indonesia (ACEXI) mendorong desentralisasi pengelolaan karbon nasional agar tidak terpusat hanya pada wilayah tertentu atau kalangan terbatas.

Ketua Umum ACEXI, Lastyo Kuntoaji Lukito, menegaskan bahwa keterlibatan daerah di luar pusat dan kawasan dengan cadangan karbon besar sangat penting dalam menciptakan keadilan dalam ekosistem ekonomi hijau.

“Selama ini, isu karbon sangat Jakarta-sentris dan fokus pada wilayah seperti Kalimantan atau Riau. Padahal banyak potensi ekonomi karbon yang tersebar di berbagai daerah lain yang belum tergarap optimal,” ujar Lastyo dalam webinar ZE Talk Spesial: Kupas Tuntas Peran ACEXI dalam Ekosistem Karbon Nasional, Senin (26/5/2025).

Read also:  Pasar Karbon Indonesia Mulai Cari Talenta Baru, IDCTA Youth Gelar Carbon Youth Week 2026

Baca juga: Semen Merah Putih dan AlgaePark Luncurkan Teknologi Penyerap Karbon Berbasis Mikroalga

Menurutnya, desentralisasi bukan hanya soal pemerataan proyek karbon, tetapi juga upaya untuk membangun kompetensi dan kepercayaan diri para praktisi daerah dalam mengelola emisi secara mandiri dan berkeadilan.

ACEXI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan ekonomi karbon nasional. Melalui pembentukan komite teknis yang mencakup bidang energi, limbah, pertanian, kehutanan, hingga keuangan dan investasi, asosiasi ini mendorong sinergi antarpraktisi dari berbagai latar belakang—baik di sektor swasta, pemerintah, maupun lembaga non-profit.

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

“Kami ingin seluruh praktisi memiliki akses yang setara terhadap manfaat ekonomi karbon. Hanya dengan kolaborasi dan pemerataan peran, kita bisa membangun daya saing nasional dalam ekonomi hijau,” kata Lastyo.

Baca juga: Masyarakat Sipil Tolak Pelemahan SVLK, Nilai Ekspor Kayu Indonesia Dipertaruhkan

ACEXI resmi berdiri pada akhir 2023 sebagai wadah para praktisi pengelolaan emisi karbon di Indonesia. Lahir dari keresahan atas dominasi standar dan konsultan asing di pasar karbon pada 2019–2020, ACEXI berfokus pada penguatan kapasitas individu dalam negeri.

Read also:  Kemenhut Perkuat Pemahaman CCPs untuk Bangun Pasar Karbon Berintegritas

“Banyak dari kita waktu itu merasa belum cukup percaya diri. Maka lahirlah ACEXI untuk saling menguatkan, berbagi pengetahuan, dan menyiapkan diri agar bisa berperan aktif, baik secara nasional maupun global,” ungkap Lastyo.

Saat ini, ACEXI menjadi organisasi yang memperjuangkan kemandirian dan keadilan dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon, dengan menekankan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Ecobiz.asia – Bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) menggratiskan biaya pendaftaran dan keanggotaan bagi perusahaan yang ingin menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK). Kebijakan tersebut ditujukan...

Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Lampung memperluas cakupan kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon dari semula berfokus pada karbon hutan menjadi pengembangan ekosistem karbon daratan dan...

COP31 Jadi Momentum Indonesia Perkuat Peran dalam Diplomasi Iklim dan Biodiversitas

Ecobiz.asia — Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31) yang akan berlangsung November nanti menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam tata kelola iklim global,...

Menteri LH Tegaskan Indonesia Bangun Biodiversity Credit Berbasis Tiga Prinsip Utama, Apa Saja?

Ecobiz.asia — Indonesia tengah mematangkan instrumen biodiversity credit sebagai skema pembiayaan konservasi dengan berpegang pada tiga prinsip utama, yakni integritas ilmiah, inklusi sosial, dan...

Verra Luncurkan Program Scope 3, Buka Jalur Sertifikasi Aksi Iklim Rantai Nilai

Ecobiz.asia – Verra meluncurkan Scope 3 Standard (S3S) Program, kerangka kerja untuk mengukur, memverifikasi, dan mensertifikasi hasil aksi iklim yang dilakukan dalam rantai nilai...

TOP STORIES

Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi asal Italia, Ente Nazionale Idrocarburi (Eni), menjajaki penguatan kerja sama di sektor hulu dan hilir energi,...

Prabowo Instruksikan Persiapan BBM E50, Susul Penerapan B50

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah segera menyiapkan langkah konkret untuk mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) campuran bioetanol 50% atau E50 di Indonesia. Menteri...

IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Ecobiz.asia – Bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) menggratiskan biaya pendaftaran dan keanggotaan bagi perusahaan yang ingin menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK). Kebijakan tersebut ditujukan...

Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Lampung memperluas cakupan kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon dari semula berfokus pada karbon hutan menjadi pengembangan ekosistem karbon daratan dan...

PLN-Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di...