Absorben Serat Kapuk Ramah Lingkungan untuk Warga Karawang Kulon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Suasana hangat terasa di Kantor Kelurahan Karawang Kulon, ketika PT Pertamina EP Tambun Field menggelar pelatihan pembuatan KAPUKITA, sebuah inovasi absorben ramah lingkungan berbahan dasar serat kapuk, awal Desember lalu.

Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan teknologi sederhana namun efektif dalam mitigasi lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang interaktif, 18 peserta yang terdiri dari Satgas Karawang Berseri dan Kelompok Pahlawan Ekonomi Keluarga dan Alam (PEKA) dibimbing memahami bahan, metode pembuatan, hingga praktik langsung membentuk produk KAPUKITA.

Lurah Karawang Kulon, N. Fitria Yuniawati, serta Ketua Satgas Karawang Berseri, Siti Aminah, hadir dalam lokakarya ini, dengan narasumber Talitha Jocelin Indiari, perwakilan Tim Environment – HSSE Pertamina EP Tambun Field.

Read also:  ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Selama pelatihan, antusiasme peserta terlihat jelas. Bagi sebagian warga, kegiatan ini bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membuka jalan terhadap peluang usaha baru.

Hal ini tergambar dari pernyataan Eva, anggota PEKA, “Terima kasih telah memberi pelatihan ini kepada kami. Kami senang bisa memperoleh ilmu baru sehingga kami punya pilihan-pilihan untuk menambah penghasilan penghidupan kami.”

Lurah Karawang Kulon, N. Fitria Yuniawati, menyambut positif kegiatan yang diinisiasi Pertamina EP Tambun Field ini. “Kami sangat mengapresiasi pelatihan KAPUKITA ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Read also:  Dirjen Minerba Tekankan Pentingnya Komunikasi Intensif Hadapi Tantangan Global Pertambangan

Tidak hanya menambah pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan warga. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat kapasitas masyarakat Karawang Kulon,” ujar N. Fitria.

Menurut Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, inovasi seperti KAPUKITA merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“KAPUKITA bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga jembatan bagi masyarakat untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan. Kami ingin memberi keterampilan yang praktis, bernilai, dan dapat dikembangkan oleh masyarakat. Prinsip kami sederhana, keberadaan Pertamina EP harus membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tegas Wazirul.

Read also:  ICCSC Luncurkan The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026

Pertamina EP Tambun Field berharap keterampilan yang diberikan dalam pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai solusi lingkungan maupun peluang usaha.

Kegiatan seperti KAPUKITA menjadi wujud komitmen Perusahaan dalam memperkuat kesadaran lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta hubungan harmonis antara Perusahaan dan warga yang hidup di sekitar wilayah operasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gencar Kampanye Pelestarian Alam Lewat Lagu Bertema Gunung, Ady Eks Naff Siap Luncurkan “Merbabu”

Ecobiz.asia — Mantan vokalis band Naff, Rusyaedi Makmun yang lebih populer dipanggil Ady, bersiap merilis single lagu terbaru berjudul Merbabu yang mengusung pesan pelestarian...

ICCSC Luncurkan The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026

Ecobiz.asia — Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menggelar soft launching The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026...

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Kolaborasi Kemanusiaan Indonesia–Malaysia Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir

Ecobiz.asia -- Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan dan penyelamatan pada kondisi banjir serta arus deras, Jelajah Outdoor bekerja sama...

Dirjen Minerba Tekankan Pentingnya Komunikasi Intensif Hadapi Tantangan Global Pertambangan

Ecobiz.asia -- Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan inklusif antar...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...