Puluhan Proyek FOLU hingga Energi Sudah Teken LoI Jual Unit Karbon di IDXCarbon, Cek Daftarnya

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Sejumlah proyek karbon dari sektor kehutanan (FOLU) hingga energi akan mencatatkan dan memperdagangkan unit karbon di Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon).

Seluruh proyek tersebut telah menandatangani Letter of Intent (LoI) yang berisi komitmen untuk menjual sebagian atau seluruh unit karbonnya melalui platform perdagangan karbon nasional.

Siaran pers yang yang diterima Rabu (12/11/2025) menjelaskan IDXCarbon hadir dan memasarkan berbagai proyek dari Indonesia yang telah tercatat maupun akan dicatatkan pada IDXCarbon saat penyelenggaraan Seller Meet Buyer di Paviliun Indonesia selama konferensi perubahan iklim COP30 UNFCCC di Belém, Brasil.

Penyelenggaraan sesi Seller Meet Buyer di Paviliun Indonesia menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengembang proyek karbon nasional dengan calon pembeli global, sejalan dengan visi penguatan pasar karbon berintegritas tinggi yang diusung pemerintah.

Menurut data IDXCarbon, total potensi unit karbon dari 16 proyek tersebut mencapai sekitar 90 juta ton setara CO₂ (CO₂e). Proyek-proyek ini mencakup berbagai skema, dari konservasi lahan gambut dan mangrove, pembangkit energi terbarukan, hingga efisiensi energi industri.

Read also:  Pemanasan Global Diprediksi Lampaui 1,5°C, UNEP Peringatkan Bahaya Perubahan Iklim

Selain proyek baru yang akan tercatat, IDXCarbon saat ini telah menampung lebih dari 3,6 juta ton CO₂e unit karbon dari proyek-proyek yang sudah tersertifikasi, termasuk dari PT Pertamina Power Indonesia, PT PLN Nusantara Power, PT PLN Indonesia Power, dan PT Perkebunan Nusantara IV.

Direktur Pengembangan BEI sekaligus penyelenggara Bursa Karbon Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan antusiasme pengembang proyek menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap mekanisme pasar karbon nasional.

“Indonesia memiliki potensi kredit karbon terbesar di dunia. IDXCarbon hadir untuk memastikan transparansi, keandalan, dan keamanan dalam transaksi, sehingga tercipta perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien,” kata Jeffrey dalam sesi dialog “Indonesia’s Carbon Market Outlook: Enhancing Indonesia’s Carbon Market Integrity and Transparency” di Paviliun Indonesia.

Sejak resmi diluncurkan pada 26 September 2023, IDXCarbon mencatat 142 pengguna jasa aktif, total transaksi 1,6 juta ton CO₂e, dan retirement sebanyak 986 ribu ton CO₂e hingga 10 November 2025. ***

Read also:  BP BUMN Arahkan Perhutani Kembangkan Bisnis Karbon, Incar Pendapatan Rp1-2 Triliun

Berikut ini daftar proyek kabron yang sudah LoI penjualan unit karbon di IDXCarbon:

  1. PT Rimba Makmur Utama dengan proyek Katingan Peatland Restoration and Conservation
  2. PT Strata Pacific dengan proyek Seram Climate and Conservation (SERCOVA)
  3. Arsari Group dengan proyek kehutanan di Kalimantan Timur
  4. PT Bumi Hijau Konservasi dengan proyek Nunukan Mangrove Peatland
  5. PT Carbonx Bumi Harmoni dan PT Citra Mulia Inti dengan proyek Sanggala Coridor
  6. PT Austral Byna dengan proyek konservasi kehutanan di Muara Teweh
  7. CarbonEthics dengan proyek Pulang Pisau Peatland Restoration and Fire Prevention dan Aceh Coastal Restoration and Blue Economy Sustainability
  8. PT Biru Karbon Nusantara dengan proyek Indonesia Domestic Biogas Programme
  9. PT Pertamina Power Indonesia dengan proyek Biogas Power Plant Sei Mangkei
  10. PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan proyek aforestasi dan reforestasi di pulau Jawa, proyek produksi Soda Ash menggunakan CO2 dari Ammurea Plant di Pupuk Kaltim, Carbon Capture and Storage (CCS) dari produksi Ammonia di Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang Cikampek, Aceh, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur. Juga Carbon Capture and Storage (CCS) dari Blue Ammonia di Yamdena
  11. PT PLN (Persero) dengan proyek Hydropower Plant di Asahan III, Hydropower Plant di Jatigede, dan proyek PLTS IKN 50 Mwac (Solar PV)
  12. PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan proyek pembangkit geothermal di Patuha
  13. PT Supreme Energy dengan proyek pembangkit geothermal di Rantau Dedap
  14. PT Pupuk Kujang Cikampek dengan proyek efisiensi energi pada pabrik dengan implementasi Variable Speed Drive (VSD)
  15. PT Pupuk Sriwijaya Palembang dengan proyek efisiensi energi pada pabrik dengan implementasi Variable Speed Drive (VSD)
  16. PT Azbil Berca Indonesia dengan proyek efisiensi energi di AEON Mall BSD dan Deltamas, Pondok Indal Mall 2, dan Puri Indah Mall. Juga proyek efisiensi energi di Stasiun MRT Dukuh atas, Bundaran HI, Bendungan Hilir, Setiabudi, Istora, Senayan, dan Blok M.

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

JDS dan ITB Bahas Tantangan dan Peluang CCS/CCUS di Indonesia

Ecobiz.asia — Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di Indonesia membutuhkan pemahaman lintas disiplin, mulai dari teknologi...

Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

Ecobiz.asia – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Fairatmos, dan Mandala Katalika (Manka) menandatangani perjanjian kerja sama untuk menjajaki pengembangan proyek blue carbon berbasis ekosistem mangrove...

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...

TOP STORIES

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...

APHI Dukung Prabowo Koreksi Regulasi Pembakaran Lahan

Ecobiz.asia - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso mendukung pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai perlunya mengoreksi regulasi yang masih membuka celah pembakaran...

Arup Targets Doubling Energy Business, Sees Major Growth Potential in Indonesia

Ecobiz.asia -- Global engineering and consulting firm Arup is targeting a doubling of its global energy business, with Asia-Pacific, including Indonesia, identified as a...

Trenggalek Develops ‘Waste to Coin’ Scheme to Turn Waste into Economic Asset

Ecobiz.asia -- The Trenggalek regency administration in East Java is developing a “waste to coin” concept that seeks to turn household waste into an...

PHKT Kenalkan Praktik Keselamatan Hulu Migas kepada Mahasiswa ITK, Bahas Pengendalian Bahaya hingga Kesiapan Operasi

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memperkuat pengenalan praktik keselamatan industri hulu migas kepada mahasiswa melalui kunjungan industri mahasiswa Program Studi Rekayasa...