Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan total nilai investasi mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Sebanyak 11 proyek tersebut terdiri atas empat proyek yang memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek baru yang mulai dibangun.

Rangkaian proyek mencakup pengembangan material baterai berbasis nikel, separator dan elektronik baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, serta photovoltaic glass untuk industri energi surya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan sejumlah proyek yang diluncurkan telah memasuki tahap komersialisasi, sementara proyek lainnya mulai dibangun.

Read also:  Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Presiden Prabowo mengatakan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bukti bahwa kebijakan hilirisasi mulai menghasilkan produk bernilai tambah untuk pasar global.

“Hari ini ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo dalam peresmian di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).

Menurut Prabowo, pengembangan industri hilir diperlukan agar sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah di dalam negeri untuk menghasilkan nilai tambah.

“Kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” ujarnya.

Read also:  Potensi Jadi Andalan Listrik Bersih Industri, Pengembangan Hidro dan Geotermal Hadapi Banyak Tantangan

Investasi IWIP

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga investasi yang masuk ke Indonesia, baik dari investor domestik maupun asing.

“Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia,” katanya.

Menurut dia, investasi di kawasan IWIP telah mencapai lebih dari US$20 miliar, dengan rencana tambahan investasi sekitar US$7 miliar. Pengembangan kawasan tersebut juga telah menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja.

Presiden menilai perkembangan industri di IWIP menunjukkan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbuka, meski terdapat pandangan pesimistis mengenai kondisi ekonomi nasional.

Read also:  Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

“Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, kolaps, Indonesia akan kolaps. Tiap bulan diramalkan kita akan kolaps, tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Prabowo juga meninjau sejumlah fasilitas industri di IWIP, termasuk fasilitas bahan baku baterai (precursor), pengolahan nikel, dan industri aluminium.

Presiden turut mengingatkan pelaku industri untuk menjaga kualitas lingkungan, terutama pengelolaan limbah, air, dan udara di tengah ekspansi kawasan industri.

“Kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik. Masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” kata Prabowo. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya...

Indonesia Sukses Swasembada Beras, Hashim Sebut Perluasan Sawah di Kawasan Hutan tak Lagi Diperlukan

Ecobiz.asia — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan tercapainya swasembada beras membuat pemerintah tidak lagi melihat kebutuhan untuk memperluas budidaya...

TOP STORIES

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...

Indonesia Plans Special Unit to Tackle Methane, Black Carbon Emissions by 2027

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing to establish a special unit to coordinate efforts to reduce emissions of super pollutants such as methane and black...

APP Group Becomes First Indonesian Company to Join RE100, Targets 100% Renewable Electricity

Ecobiz.asia – APP Group has become the first Indonesian company to join RE100, a global initiative led by The Climate Group that brings together...