Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$70–73 miliar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi tersebut merupakan total kebutuhan untuk merealisasikan program PLTS 100 GW. Menurut dia, besarnya kebutuhan investasi sekaligus menunjukkan skala pasar energi surya yang sedang dibangun pemerintah.

“100 gigawatt PLTS ini dalam hitungan yang dibuat oleh tim saya itu mencapai kurang lebih sekitar 70–73 miliar USD. Ini total investasi yang ada. Ini bukan pasar kecil, ini pasar yang sangat besar,” ujar Bahlil saat membuka Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Read also:  Menhut Raja Juli Jelaskan Beda BRGM dengan Badan Pengelola Gambut Bentukan Prabowo

Bahlil mengatakan pembangunan PLTS 100 GW menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendukung target net zero emission (NZE).

Untuk tahap awal, sekitar 5,5 GW PLTS telah diluncurkan pada tahun ini. Pemerintah selanjutnya menyiapkan pengembangan sekitar 25–30 GW sebagai bagian dari tahapan program tersebut.

Selain program PLTS 100 GW, pemerintah telah memasukkan pengembangan pembangkit dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan total tambahan kapasitas mencapai 69,5 GW. Sekitar 70% dari kapasitas tersebut akan berasal dari EBT.

Read also:  RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Pengembangan pembangkit juga akan disertai pembangunan jaringan transmisi sekitar 48.000 kilometer sirkuit.

Bahlil mengatakan kebutuhan investasi tersebut akan membuka ruang bagi pelaku usaha dan investor untuk terlibat dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan. Pemerintah juga akan membuka kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, dan pihak terkait lainnya.

Di sisi lain, pemerintah akan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri untuk proyek pembangkit sepanjang kapasitas produksinya mencukupi.

Read also:  Perkuat Pencegahan Karhutla Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut, Seperti BRGM?

“Kita mengharapkan untuk memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan daripada proyek 100 gigawatt maupun 69,5 gigawatt, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri,” kata Bahlil.

Direktur Utama PT PLN (Persero) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Darmawan Prasodjo mengatakan PLN siap menjalankan pengembangan kapasitas pembangkit dan jaringan transmisi tersebut.

“Jawabannya hanya satu, siap Bapak laksanakan. Epicentrum the new development of energy ada di Indonesia,” ujar Darmawan. *** Jadita Banjar Nahor

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...