Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya memimpin penguatan kerja sama internasional dalam pelindungan dan pengelolaan gambut tropis melalui International Tropical Peatland Center (ITPC). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi iklim sekaligus mendorong tata kelola gambut tropis berbasis kolaborasi global.
Komitmen tersebut disampaikan Kementerian Kehutanan dalam The Fourth Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI-4) di Lima, Peru, yang mempertemukan negara-negara pemilik gambut, organisasi internasional, lembaga penelitian, dan mitra pembangunan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan Indonesia tidak hanya hadir untuk berbagi pengalaman, tetapi juga siap mengambil peran kepemimpinan dalam memperkuat tata kelola gambut tropis dunia.
“Indonesia siap menjadi bagian dari solusi global melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi yang nyata,” ujarnya, Senin (30/6/2026).
Menurut Ristianto, Indonesia memiliki sekitar 24 juta hektare ekosistem gambut tropis, dengan lebih dari 70 persen berada di dalam kawasan hutan negara yang menjadi mandat pengelolaan Kementerian Kehutanan. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam upaya perlindungan, restorasi, dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, kawasan gambut tropis tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas iklim global, keanekaragaman hayati, serta ketahanan masyarakat.
Karena itu, Indonesia mengusulkan penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform kolaborasi negara-negara pemilik gambut tropis. Melalui ITPC, Indonesia ingin memperkuat pertukaran pengetahuan, penyusunan kebijakan berbasis sains, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset bersama, pengembangan teknologi, hingga mobilisasi kemitraan internasional.
“Kami meyakini ITPC harus berkembang menjadi pusat kolaborasi global bagi negara-negara tropis. Dengan pengalaman Indonesia dalam melindungi dan mengelola ekosistem gambut, kami siap memimpin penguatan ITPC sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan kerja sama internasional untuk masa depan gambut dunia,” kata Ristianto.
Ia menjelaskan, Kementerian Kehutanan telah membangun sistem pengelolaan gambut melalui penguatan regulasi, perlindungan kawasan gambut, restorasi ekosistem, pengelolaan berbasis lanskap, serta pemberdayaan masyarakat melalui program perhutanan sosial. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan komitmen nasional dalam pengendalian perubahan iklim.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengundang negara-negara anggota Global Peatlands Initiative, organisasi internasional, lembaga penelitian, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk berpartisipasi dalam Peatland Forest Forum 2026 yang akan digelar di Indonesia pada Oktober 2026. Forum itu diharapkan menjadi wadah memperkuat aksi kolektif dan menghasilkan langkah konkret dalam pelindungan serta pengelolaan ekosistem gambut tropis. ***



