Kemenhut Luncurkan DSS Jaga Rimba, Cegah Tumpang Tindih Perizinan Kehutanan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan Decision Support System (DSS) Jaga Rimba, platform digital terintegrasi yang dirancang untuk mencegah tumpang tindih perizinan, memperkuat pengawasan kawasan hutan, dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data di sektor kehutanan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan DSS Jaga Rimba menjadi bagian dari transformasi tata kelola kehutanan melalui integrasi data, digitalisasi layanan, serta penguatan koordinasi lintas unit kerja di lingkungan Kementerian Kehutanan.

“DSS Jaga Rimba ini ide sederhana, tetapi memiliki urgensi historis yang akan memperbaiki kinerja kita,” kata Raja Juli Antoni saat peluncuran sistem tersebut di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Peluncuran DSS Jaga Rimba turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto.

Read also:  Survei: Publik Asia Tenggara Desak Bank Hentikan Pendanaan PLTU Batu Bara Industri

Menurut Raja Juli Antoni, salah satu tantangan utama pengelolaan kehutanan selama ini adalah masih kuatnya pola kerja sektoral antarunit kerja. Karena itu, DSS Jaga Rimba diharapkan menjadi instrumen untuk mewujudkan kebijakan One Map Policy di sektor kehutanan.

“Cara bekerja kita tidak boleh lagi sektoral. Direktorat jenderal tidak boleh menjadi raja sendiri-sendiri. Semua harus saling terhubung dan berkoordinasi,” ujarnya.

DSS Jaga Rimba mengintegrasikan berbagai aplikasi lintas direktorat jenderal, informasi geospasial tematik, serta basis data perizinan dan pengelolaan kawasan hutan ke dalam satu platform.

Saat ini sistem tersebut didukung oleh 82 Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang dihasilkan 24 unit kerja eselon II serta 123 rules and relations yang menjadi dasar analisis hubungan antarperizinan, kawasan hutan, serta hak dan kewajiban para pemegang izin.

Read also:  Kemenhut dan UNEP Tandatangani Implementing Arrangement untuk Perkuat Kerja Sama REDD+

Sebagai kementerian yang mengelola lebih dari 120 juta hektare kawasan hutan, Kementerian Kehutanan membutuhkan sistem yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan komprehensif untuk mendukung pengambilan keputusan.

Salah satu fitur utama DSS Jaga Rimba adalah Early Warning System yang dapat memberikan notifikasi otomatis apabila terdeteksi potensi tumpang tindih perizinan, permohonan yang saling beririsan, maupun kemunculan titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat melakukan langkah mitigasi dan tindak lanjut lebih cepat, tepat, dan berbasis data.

“Semua peta dan seluruh perizinan kini dapat dipantau dalam satu aplikasi. Harapannya investasi menjadi lebih terukur, proses perizinan lebih sederhana, dan berbagai persoalan dapat dicegah sejak awal,” kata Raja Juli Antoni.

Read also:  Indonesia Perkuat Diplomasi Energi Bersih, Gandeng Afrika dan Asia Dorong Transisi Energi Global

Selain mendukung tata kelola perizinan, sistem ini juga akan digunakan untuk memantau efektivitas rehabilitasi hutan dan lahan serta mendukung pencapaian target Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto mengapresiasi langkah Kementerian Kehutanan memperkuat tata kelola berbasis data.

Menurut dia, DSS Jaga Rimba merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan berbagai data kehutanan yang selama ini tersebar di berbagai unit kerja sehingga pimpinan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh dalam merumuskan kebijakan.

“Penguatan tata kelola berbasis data merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Sistem ini perlu terus dikembangkan melalui integrasi data yang semakin luas dan pemanfaatan teknologi yang lebih maju,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon II dan IV) Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ecobiz.asia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melantik sejumlah pejabat Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas (setara dengan Eselon III dan...

Pagu Indikatif Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2027 Rp27,335 T, Begini Rinciannya

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 82 persen anggaran tahun 2027 untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari jaringan...

KLH/BPLH dan BOPPJ Teken MoU, Percepat Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk Tim...

Indonesia Susun Instrumen Biodiversity Credit Sesuai Karakteristik Keanekaragaman Hayati Nasional

Ecobiz.asia - Pemerintah mulai menyusun instrumen biodiversity credit yang disesuaikan dengan karakteristik keanekaragaman hayati Indonesia sebagai negara megabiodiversitas, guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan sumber...

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

TOP STORIES

Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon II dan IV) Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ecobiz.asia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melantik sejumlah pejabat Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas (setara dengan Eselon III dan...

100×100 Launches US$100 Million Fund II to Build 50 Climate Companies Across Southeast Asia and India

Ecobiz.asia — Singapore-based climate venture builder and investment firm 100x100 has launched its second fund targeting US$100 million, aiming to create and scale 50...

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali mencatatkan capaian positif dengan menambah produksi minyak hampir 1.900 barel per hari (BOPD) dari Lapangan...

PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Ecobiz.asia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai menjalankan uji coba co-firing tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 megawatt (MW)...

Pagu Indikatif Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2027 Rp27,335 T, Begini Rinciannya

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 82 persen anggaran tahun 2027 untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari jaringan...