PLN EPI Gandeng ITERA dan PLN Puslitbang Kembangkan Kaliandra dan Sorgum untuk Biomassa dan Hidrogen Hijau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) untuk mengembangkan riset tanaman energi kaliandra dan sorgum guna memperkuat pasokan biomassa nasional dan mendukung produksi hidrogen hijau.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kick off meeting penelitian bertajuk Pengembangan Tanaman Energi Kaliandra dan Sorgum sebagai Umpan Co-Firing dan Umpan Produksi Hidrogen melalui Proses Gasifikasi di Kampus ITERA, Bandar Lampung.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan tanaman energi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pasokan biomassa di tengah meningkatnya kebutuhan co-firing pembangkit listrik dan pengembangan bioenergi nasional.

Read also:  Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

“Ke depan kebutuhan biomassa akan terus meningkat seiring perluasan implementasi co-firing dan pengembangan bioenergi nasional. Karena itu, PLN EPI tidak hanya membangun rantai pasok biomassa, tetapi juga mendorong pengembangan riset dan inovasi agar sumber energi berbasis hayati dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Hokkop dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kaliandra dan sorgum memiliki potensi besar karena dapat dibudidayakan di lahan marginal, memiliki produktivitas tinggi, serta dapat dimanfaatkan sebagai biomassa padat maupun bahan baku hidrogen hijau.

Read also:  Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

PLN EPI menilai pengembangan bioenergi tidak hanya berperan dalam menurunkan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan ekosistem energi hijau berbasis sumber daya domestik.

General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh mengatakan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi menjadi faktor penting untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di sektor ketenagalistrikan.

“Pengembangan tanaman energi seperti kaliandra dan sorgum diharapkan dapat menghasilkan model pemanfaatan biomassa yang lebih efisien, baik untuk kebutuhan co-firing maupun pengembangan energi hijau lainnya,” kata Soleh.

Read also:  PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Sementara itu, Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan energi terbarukan nasional.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan teknologi dan model pengembangan tanaman energi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan energi terbarukan Indonesia,” ujarnya.

Penelitian tersebut mencakup pengembangan budidaya tanaman energi, analisis karakteristik biomassa, kajian pemanfaatan untuk co-firing pembangkit listrik, hingga pengembangan hidrogen hijau melalui proses gasifikasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik...

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

TOP STORIES

AIIB, KfW Coordinate $850 Million in Climate Resilience Financing for Indonesia

Ecobiz.asia – The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) and Germany’s KfW Development Bank are coordinating up to US$850 million in financing to support Indonesia’s...

Riau Seeks Faster ART-TREES Registration as International Carbon Buyers Await

Ecobiz.asia – Indonesia’s Riau provincial government is urging the central government to accelerate registration of its GREEN for Riau forest carbon program under the...

Potensi Dana Karbon Riau Besar, Konservasi Gambut dan Satwa Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Potensi pendanaan dari pasar karbon berbasis hutan dan gambut di Riau perlu diiringi perlindungan ekosistem, termasuk pemulihan gambut dan konservasi satwa liar....

Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik...

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...