Antisipasi El Nino 2026, Kemenhut-BMKG Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai strategi utama pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi potensi fenomena El Nino 2026.

Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor BMKG, Jakarta, Rabu (22/4/2026), disaksikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan, OMC menjadi kunci pencegahan karhutla, terutama di kawasan rawan seperti lahan gambut. Saat ini, operasi telah berjalan di Riau dan Kalimantan Barat sebagai langkah deteksi dini.

Read also:  Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

“Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati. Jika tinggi muka air tanah di gambut turun di bawah 40 cm, kita segera lakukan OMC untuk pembasahan kembali,” ujar Raja Antoni.

Ia menyebut OMC sebagai titik balik keberhasilan Indonesia dalam menekan luas karhutla dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, tren kebakaran terus menurun sejak 2015, termasuk pada 2019, 2023, hingga tahun lalu.

Read also:  Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

Namun, ia mengingatkan tantangan 2026 akan lebih besar seiring prediksi El Nino pada semester kedua tahun ini. “Ketepatan data dan intervensi seperti OMC akan sangat menentukan,” katanya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan kerja sama ini difokuskan pada pendekatan preventif melalui integrasi data iklim dan cuaca untuk memprediksi wilayah rawan kebakaran.

Read also:  Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

“Kami tidak hanya bekerja saat api sudah terjadi, tetapi memperkuat pencegahan melalui integrasi data untuk memitigasi sejak dini,” ujarnya.

BMKG juga akan mendukung pemasangan alat operasional utama (aloptama) dan sensor meteorologi di kawasan hutan guna meningkatkan akurasi data iklim.

Dengan sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta dukungan masyarakat, pemerintah menargetkan risiko karhutla pada 2026 dapat ditekan melalui langkah pencegahan yang lebih terukur. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

TOP STORIES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...