MoU PSEL Semarang Raya Diteken, Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Listrik

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Semarang Raya menandai percepatan proyek strategis pengelolaan sampah skala besar di Jawa Tengah.

Kesepakatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai bagian dari upaya mengatasi darurat sampah melalui teknologi waste-to-energy.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan PSEL menjadi solusi utama untuk pengelolaan sampah dalam skala besar.

Read also:  KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

“Meskipun banyak teknologi dan metode pengelolaan sampah tersedia, skala besar membutuhkan teknologi tinggi. PSEL menjadi solusi strategis karena mampu mengubah sampah menjadi energi listrik,” ujar Hanif, Sabtu (28/3/2026).

Ia menambahkan, selama masa pembangunan, pemerintah daerah tetap harus mempercepat pengurangan sampah dari hulu melalui berbagai teknologi dan pendekatan.

Wilayah Semarang Raya yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal saat ini menghasilkan sekitar 1.627 ton sampah per hari. PSEL yang akan dibangun ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.100 ton per hari, sehingga sebagian besar sampah dapat tertangani secara optimal.

Read also:  PHE Sebut Kolaborasi dengan Industri Asuransi Penting bagi Keberlanjutan Hulu Migas

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmen daerah untuk mendukung percepatan proyek tersebut sekaligus menargetkan pengelolaan sampah yang lebih optimal dalam beberapa tahun ke depan.

“Hari ini kita bangga telah diberikan arahan langsung dari Pak Menteri, yang juga merupakan instruksi Bapak Presiden. Pada 2029 nanti, kita menargetkan zero sampah,” ujarnya.

Read also:  Indonesia–Jepang Perkuat Konservasi Satwa, Sepakati Breeding Loan Komodo

Pemerintah Kota Semarang dan Kabupaten Kendal juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan, termasuk melalui penguatan sistem pengelolaan sampah dan sosialisasi pemilahan kepada masyarakat selama masa transisi.

Proyek PSEL Semarang Raya akan dikembangkan dengan konsep aglomerasi regional dan melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk memastikan operasional yang berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia–Jepang Perkuat Konservasi Satwa, Sepakati Breeding Loan Komodo

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama konservasi satwa liar melalui skema breeding loan komodo sebagai bagian dari diplomasi lingkungan dan pelestarian...

Earth Hour 2026, WWF Ajak Masyarakat ‘Beri Ruang untuk Bumi’

Ecobiz.asia — Kampanye global Earth Hour 2026 kembali digelar pada Sabtu (28/3/2026) dengan mengajak masyarakat di seluruh dunia mematikan lampu selama 60 menit sebagai...

PSEL Banten Dipercepat, Target Olah 4.000 Ton Sampah per Hari

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Provinsi Banten untuk menangani darurat sampah sekaligus menghasilkan energi. Percepatan ini ditandai...

Kemenhut Kerahkan 387 Personel dan Armada Udara Tangani Karhutla di Riau

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 387 personel gabungan dan armada udara untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau seiring meningkatnya luas...

Dari Etanol hingga Biodiesel, Pemerintah Siapkan Investasi Hilirisasi Rp239 Triliun untuk Kemandirian Energi

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat program hilirisasi dengan tambahan investasi sekitar Rp239 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan nilai tambah sumber...

TOP STORIES

Indonesia, Japan Agree on Komodo Breeding Loan to Strengthen Wildlife Conservation

Ecobiz.asia — Indonesia and Japan have agreed to strengthen wildlife conservation cooperation through a komodo dragon breeding loan scheme as part of broader environmental...

Indonesia–Jepang Perkuat Konservasi Satwa, Sepakati Breeding Loan Komodo

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama konservasi satwa liar melalui skema breeding loan komodo sebagai bagian dari diplomasi lingkungan dan pelestarian...

Earth Hour 2026, WWF Ajak Masyarakat ‘Beri Ruang untuk Bumi’

Ecobiz.asia — Kampanye global Earth Hour 2026 kembali digelar pada Sabtu (28/3/2026) dengan mengajak masyarakat di seluruh dunia mematikan lampu selama 60 menit sebagai...

Fairatmos Soroti Tantangan Proyek Karbon Biru, Kembangkan Solusi Digital

Ecobiz.asia – Pengembang proyek dan pemilik aset di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan proyek karbon biru, terutama pada tahap awal penilaian dan...

PSEL Banten Dipercepat, Target Olah 4.000 Ton Sampah per Hari

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Provinsi Banten untuk menangani darurat sampah sekaligus menghasilkan energi. Percepatan ini ditandai...