Ecobiz.asia — Pertamina memperluas program penyediaan air bersih di wilayah terpencil Papua hingga daerah terdampak bencana di Sumatra.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina membangun tujuh titik sumur bor lengkap dengan fasilitas penyaringan dan jaringan pipa di wilayah Merauke dan Jayapura, Papua. Infrastruktur tersebut kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih.
Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2026 pada 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan program penyediaan air berish menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan akses air layak konsumsi bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya memastikan masyarakat di wilayah yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan,” ujarnya dikutip, Rabu (25/3/2026).
Di Kampung Tambat, Merauke, fasilitas sumur bor menggantikan ketergantungan warga terhadap air hujan dan sumur manual yang sebelumnya mengandung belerang.
Selain di Papua, Pertamina juga menyalurkan bantuan air bersih di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Perusahaan membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga, serta mendistribusikan sekitar 5 juta liter air bersih menggunakan truk tangki.
Program tersebut memberikan manfaat bagi lebih dari 17.000 jiwa yang sempat mengalami krisis air bersih akibat bencana.
Pertamina menegaskan, inisiatif penyediaan air bersih ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya akses air bersih dan sanitasi, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana dan perubahan iklim. ***




