Ecobiz.asia — PT Geo Dipa Energi memperoleh hibah sebesar US$3,9 juta dari U.S. Trade and Development Agency untuk mendukung pilot plant dan studi kelayakan proyek ekstraksi lithium dari fluida panas bumi di lapangan Dieng, Jawa Tengah.
Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam rangkaian Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 14–15 Maret 2026.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Yudistian Yunis, Deputy Director sekaligus Chief Operating Officer U.S. Trade and Development Agency Thomas R. Hardy, serta Chief Executive Officer Lilac Solutions Raef Sully.
Penandatanganan itu turut disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Komisaris Utama GeoDipa Heri Setiawan.
Yudistian mengatakan dukungan hibah tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia.
Menurutnya, proyek ekstraksi lithium dari fluida panas bumi berpotensi membuka nilai tambah baru dari sumber daya panas bumi sekaligus mendukung pengembangan industri baterai domestik.
“Inisiatif ini dapat mendukung pengembangan industri baterai Indonesia dan aplikasi berbasis lithium domestik lainnya dengan membuka nilai tambah dari sumber daya terbarukan,” ujarnya dalam pernyataannya, Senin (16/3/2026).
Sementara itu, CEO Lilac Solutions Raef Sully mengatakan sumber daya panas bumi Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan mineral kritis.
“Ladang panas bumi Indonesia memiliki potensi lithium yang belum dimanfaatkan secara signifikan,” ujarnya.
Proyek ini akan mengeksplorasi potensi ekstraksi lithium dari fluida panas bumi di wilayah Dieng melalui kerja sama teknologi dengan Lilac Solutions. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong inovasi dalam pemanfaatan energi panas bumi sekaligus membuka peluang pengembangan mineral kritis berbasis energi terbarukan.
Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum sendiri mempertemukan pemerintah dan pelaku industri energi untuk membahas penguatan ketahanan energi, investasi, serta pembangunan rantai pasok energi yang lebih tangguh di kawasan Indo-Pasifik ***




