Hari Bakti Rimbawan 2026, Kemenhut Perkuat Tata Kelola Hutan Transparan dan Profesional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola kehutanan yang transparan, profesional, dan berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki saat memimpin upacara Hari Bakti Rimbawan 2026 di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menurut Rohmat, sektor kehutanan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak perubahan iklim, ancaman kebakaran hutan dan lahan, hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat degradasi lingkungan.

Read also:  Kunjungi TPST BLE Banyumas, Presiden Prabowo Soroti Inovasi Sampah Jadi Genteng

“Karena itu, Kemenhut terus mendorong transformasi kebijakan kehutanan nasional melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan prinsip Good Governance,” katanya.

Sejumlah langkah strategis yang dijalankan pemerintah antara lain memperkuat perlindungan hutan dan penegakan hukum lingkungan, memperluas program perhutanan sosial, serta meningkatkan rehabilitasi hutan dan lahan termasuk pemulihan daerah aliran sungai.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan ekonomi hijau di sektor kehutanan melalui pengelolaan jasa lingkungan, perdagangan karbon, serta skema multiusaha kehutanan yang membuka peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian hutan.

Read also:  PHM Evakuasi Nelayan di Kutai Kartanegara, Bukti Implementasi ESG di Lapangan

Kemenhut juga mendorong modernisasi tata kelola kehutanan melalui digitalisasi layanan dan integrasi data, termasuk pengembangan Decision Support System untuk mendukung proses pengambilan kebijakan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis data.

Dalam peringatan tersebut, Kemenhut juga memberikan penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah aparatur sipil negara sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan loyalitas dalam menjalankan tugas negara.

Read also:  Kurangi Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional

Penghargaan tersebut diberikan kepada pegawai negeri sipil yang menunjukkan dedikasi, integritas, dan disiplin selama masa pengabdian minimal 10, 20, hingga 30 tahun di lingkungan Kementerian Kehutanan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, dari Biodiesel hingga Pengolahan Pala

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi...

Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

Ecobiz.asia -- PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan performa yang mengesankan. Di tengah dinamika dunia usaha dan kebutuhan sektor...

Volume Naik, Fondasi Menguat: Samindo Jaga Ritme di Awal 2026

Ecobiz.asia -- Awal tahun menjadi panggung konsistensi bagi PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Di tengah dinamika industri pertambangan batubara, Perseroan membuka 2026 dengan ritme...

Menteri Jumhur Resmi Nahkodai KLH, Tekankan Environmental Ethics sebagai Kunci Perlindungan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan serah terima jabatan Menteri LH/Kepala BPLH dari Hanif Faisol Nurofiq kepada Moh. Jumhur Hidayat...

Cegah Korupsi, KPK Siapkan Kajian Tata Niaga Kayu dan Pelepasan Hutan

Ecobiz.asia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan dua kajian strategis di sektor kehutanan guna mencegah kebocoran penerimaan negara dan tindak pidana korupsi, khususnya pada...

TOP STORIES

AMMAN Bukukan Laba US$163 Juta di Q1 2026, Ditopang Ekspor Konsentrat dan Kinerja Operasional

Ecobiz.asia -- PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) mencatatkan kinerja solid pada kuartal pertama 2026, dengan laba bersih mencapai US$163 juta, berbalik dari...

Tak Kunjung Dibayar, Pekerja NHM Siap Eskalasi Sengketa ke Level Global

Ecobiz.asia — Sengketa ketenagakerjaan di sektor tambang kembali menemukan babak baru. Kali ini, ratusan pekerja memilih membawa persoalan mereka melampaui batas nasional. Sebanyak 735...

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk data center Microsoft di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Cikarang, dan Karawang...

Indonesia Moves to Monetize East Kalimantan Carbon Surplus and Pipeline Projects After New Forestry Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry is preparing to market carbon stock from emissions reduction activities in East Kalimantan, along with a number of...

Indonesia Identifies 239,000 Ha of Clean and Clear Conservation Areas for Carbon-linked Restoration

Ecobiz.asia - Indonesia has identified around 239,000 hectares of clean and clear open areas in conservation zones that could support restoration activities linked to...