Ecobiz.asia — Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan Tenaga Switchgear (TSG) menyatakan puas atas kinerja PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia setelah dua fasilitas utama rampung lebih cepat dari jadwal.
Melalui anak usaha PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), PLN NP menyelesaikan pembangunan Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan 15 hari lebih cepat dari target serta FS 09 di Jambu Rias, Pahang sekitar satu bulan lebih awal.
TSG bertindak sebagai Project Delivery Partner (PDP) dalam proyek tersebut, sementara TNB merupakan pemilik jaringan listrik yang memasok daya untuk sistem elektrifikasi ECRL.
Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman, mengatakan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 merupakan bagian krusial dari sistem kelistrikan jalur kereta tersebut.
“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujarnya, Senin (9/3).
Proyek ECRL merupakan jalur kereta listrik ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Jalur ini dirancang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk layanan penumpang dan logistik serta diproyeksikan menurunkan emisi karbon hingga 1 juta ton CO₂ per tahun ketika mulai beroperasi pada 2027.
Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sedangkan PLN NPC menangani pengadaan peralatan pendukung, konstruksi, hingga komisioning.
Secara teknis, PLN mengerjakan empat dari 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan percepatan penyelesaian proyek menjadi bukti kemampuan perusahaan Indonesia bersaing di proyek energi lintas negara.
“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menyebut keberhasilan tersebut ditopang pengalaman lebih dari dua dekade perusahaan dalam proyek pembangkitan dan transmisi listrik.
Menurutnya, PLN NPC menangani pekerjaan design and build elektrifikasi Feeder Station yang mencakup pembangunan switching station 132 kV, instalasi overhead transmission line dan underground cable sepanjang sekitar 3 kilometer, serta berbagai pekerjaan pendukung lainnya.
“Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” kata Djarot. ***




