Green Carbon–BRIN Jalin Kerja Sama, Bidik Kredit Karbon Sawah Indonesia Senilai 42,8 Miliar Yen

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pengembang kredit karbon berbasis alam asal Jepang, Green Carbon Inc., menjalin kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji potensi penurunan emisi di sektor penggunaan lahan dan pertanian di Indonesia.

Kerja sama ini membuka potensi pengembangan kredit karbon hingga 21,4 juta ton CO₂ dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai 42,8 miliar yen Jepang, yang bersumber dari sekitar 10 juta hektare lahan sawah di Indonesia.

Dalam kolaborasi ini, kedua pihak akan melakukan kajian ilmiah terhadap potensi penurunan emisi sekaligus menyempurnakan metodologi pengukuran, pelaporan, dan evaluasi dampak lingkungan guna mendukung pengembangan proyek kredit karbon yang kredibel dan berbasis sains.

Read also:  Kemenhut dan FSC Teken MoU, Sinergi Sertifikasi Hutan SVLK-FSC

“Indonesia memiliki potensi besar untuk solusi berbasis alam, khususnya dari sektor pertanian dan penggunaan lahan. Melalui kemitraan ini, kami ingin membangun model penurunan emisi yang terukur dan berkelanjutan,” demikian pernyataan manajemen Green Carbon dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan perhitungan awal, setiap hektare sawah diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 5 ton setara CO₂ per tahun. Dengan asumsi harga kredit karbon sekitar 2.000 yen per ton CO₂, total potensi tersebut menempatkan nilai pasar proyek pada kisaran 42,8 miliar yen Jepang.

Read also:  Di Forum Iklim London, Menhut Umumkan Penerbitan Kredit Karbon Kehutanan Terbesar Indonesia

BRIN akan berperan menyediakan dukungan akademik dan keilmuan terkait emisi gas rumah kaca serta dampak lingkungan, sementara Green Carbon bertanggung jawab atas aspek teknis dan operasional pengembangan proyek kredit karbon di lapangan.

Kerja sama ini juga mencakup pengembangan dan evaluasi praktik pertanian berkelanjutan, termasuk pendekatan climate-smart agriculture, yang ditujukan untuk menekan emisi sekaligus menjaga produktivitas pangan.

Read also:  KLH Terbitkan Aturan Sistem Registri Unit Karbon, Download Link PermenLH No 10 Tahun 2026 Tentang SRUK

Green Carbon selama ini aktif mengembangkan proyek kredit karbon berbasis alam di Asia Tenggara, mulai dari konservasi hutan, pengelolaan sawah, restorasi mangrove, biochar, hingga pengurangan emisi metana dari peternakan. Perusahaan ini memanfaatkan data satelit dalam pemilihan lokasi dan pemantauan proyek untuk memastikan transparansi dan efisiensi.

Kolaborasi dengan BRIN diharapkan memperkuat fondasi ilmiah pengembangan kredit karbon sektor pertanian Indonesia, sekaligus membuka peluang integrasi hasil riset ke dalam kebijakan dan skema bisnis karbon nasional ke depan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Resmikan SRUK, Transaksi Karbon di Pasar Nasional dan Internasional Terlacak

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dijadwalkan akan meresmikan operasional Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (9/7/2026) sore. Peresmian akan dihadiri...

OJK Terbitkan POJK 10 Tahun 2026, Aturan Baru Perdagangan Karbon di Bursa Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas POJK Nomor 14 Tahun 2023...

KLH Terbitkan Aturan Sistem Registri Unit Karbon, Download Link PermenLH No 10 Tahun 2026 Tentang SRUK

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Regulasi ini...

PGN Kembangkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Targetkan Pasokan Hingga 25 MMSCFD

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempercepat pengembangan gas metana batubara (Coalbed Methane/CBM) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai sumber pasokan...

KLH-Freeport Restorasi Mangrove di Sumbawa, Menteri Jumhur Tegaskan Semangat Tobat Ekologis

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) meluncurkan program restorasi mangrove di Desa Labuhan Alas, Kabupaten Sumbawa,...

TOP STORIES

KLH Resmikan SRUK, Transaksi Karbon di Pasar Nasional dan Internasional Terlacak

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dijadwalkan akan meresmikan operasional Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (9/7/2026) sore. Peresmian akan dihadiri...

Pertamina, Boeing Partner to Explore Sustainable Aviation Fuel Ecosystem in Indonesia

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned energy company Pertamina and U.S. aerospace manufacturer Boeing have signed a memorandum of understanding (MoU) to explore the development of...

Indonesia Issues New Carbon Exchange Rules Under Revised Carbon Market Framework

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) has issued a new regulation revising the rules governing carbon trading on the country's carbon exchange, aligning...

OJK Terbitkan POJK 10 Tahun 2026, Aturan Baru Perdagangan Karbon di Bursa Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas POJK Nomor 14 Tahun 2023...

Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) dan Boeing menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia. Kerja...