PalmCo Siap Bangun 16 Pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG), Olah Limbah 17 PKS Sawit

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PTPN IV PalmCo bersiap membangun 16 unit pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) secara serentak untuk mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan.

Proyek ini akan digarap bersama PT Renikola dan direncanakan mulai memasuki tahap groundbreaking pada awal 2027.

Pembangunan 16 pabrik CBG tersebut menjadi langkah ekspansi besar PalmCo dalam pengembangan energi baru terbarukan berbasis limbah sawit, sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor perkebunan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memaksimalkan nilai tambah dari limbah operasional perkebunan.

Read also:  ANTAM Dukung Gerak Hijau 2026, Salurkan 5.000 Bibit Mangrove dan Kampanyekan Ekonomi Sirkular

“Enam belas pabrik CBG yang terintegrasi dengan 17 PKS ini menunjukkan keseriusan PalmCo dalam mengubah limbah sawit menjadi sumber energi bernilai ekonomi tinggi. Ini bukan hanya proyek lingkungan, tetapi juga fondasi bisnis energi masa depan,” ujar Jatmiko dalam keterangannya dikutip, Kamis (19/2/2026)

Setiap pabrik CBG dirancang memiliki kapasitas produksi biometana sekitar 75.000 hingga 200.000 MMBTu per tahun. Gas yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil, sekaligus mendukung target dekarbonisasi sektor energi dan industri.

Rencana pembangunan pabrik tersebar di sejumlah wilayah operasional PalmCo. Di Sumatera Utara, proyek akan berlokasi di Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Selatan. Ekspansi juga dilakukan ke Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak.

Read also:  ICVCM Setujui Dua Metodologi Verra untuk Pengurangan Metana dari Budidaya Padi dan TPA Sampah

Proyek ini merupakan kelanjutan dari pilot project pabrik CBG di PKS Tinjowan, Kabupaten Simalungun, yang telah memulai konstruksi pada Agustus 2025 dan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026. Keberhasilan proyek percontohan tersebut menjadi dasar ekspansi ke 16 lokasi baru.

Selain aspek energi, pembangunan pabrik CBG juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja hijau dalam skala besar. Pada tahap konstruksi, setiap pabrik diperkirakan menyerap 50–100 tenaga kerja lokal. Secara kumulatif, proyek ini berpotensi membuka 800 hingga 1.600 lapangan kerja selama fase pembangunan, serta 8–10 tenaga kerja tetap per pabrik saat memasuki tahap operasi.

Read also:  PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Jika seluruh pabrik beroperasi penuh, PalmCo memperkirakan potensi penurunan emisi karbon mencapai sekitar 350.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Kontribusi ini sejalan dengan target Net Zero Emission Indonesia 2060 serta komitmen penurunan emisi nasional dalam kerangka Nationally Determined Contribution (NDC).

“Pembangunan 16 pabrik CBG ini menjadi kontribusi konkret PalmCo dalam transisi energi nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di era ekonomi hijau,” pungkas Jatmiko. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengembangkan program MALIKA 2.0 (Mari Kelola Jelantah Kita) di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dengan...

Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan...

ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Ecobiz.asia — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Pembangkit...

TOP STORIES

Aren dan Penguatan KPH untuk Menggerakkan Bioekonomi Hutan

Ecobiz.asia - Penasihat Utama Menteri Kehutanan Dr. Willie Smits mengambil sejumput tanah dari bawah tegakan aren di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gorontalo Utara,...

Data Karhutla Terbaru, Kemenhut Ungkap Hotspot High Confidence Turun

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas, terutama Kalimantan dan Sumatera,...

IndoEBTKE ConEx 2026 Dorong Eksekusi Proyek EBT dan Percepatan Investasi Hijau

Ecobiz.asia -- Forum The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ajang untuk mempercepat realisasi proyek energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) di Indonesia,...

BEI: Karhutla Berpotensi Tekan Ketersediaan Unit Karbon

Ecobiz.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi memengaruhi ketersediaan unit karbon yang dapat diperdagangkan di pasar karbon pada periode...

Terjebak Asap Karhutla, Orangutan Lemah Diselamatkan dari Kebun Sawit

Ecobiz.asia — Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemah di tengah kebun sawit masyarakat di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan...