PT Huatong Services Indonesia Menangi Lelang Blok Migas Air Komering

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Huatong Services Indonesia resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Air Komering Tahap II Tahun 2024. 

Pengumuman ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas, Tri Winarno, dalam ajang The 49th IPA Convention & Exhibition yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa (20/5/2025).

Wilayah Kerja Air Komering, yang mencakup sebagian Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, diperkirakan memiliki potensi sumber daya sebesar 307 juta barel setara minyak (Million Barrels of Oil Equivalent/MBOE). 

Read also:  KLH Resmi Cabut Persetujuan Lingkungan 28 Perusahaan di Sumatra

Baca juga: Anggrek Spesies Baru Ditemukan di Kalimantan, Namanya Bulbophyllum bukitrayaense

Potensi besar ini menjadikan blok tersebut incaran banyak investor dalam lelang tahap II tahun lalu.

“Komitmen pasti selama tiga tahun pertama eksplorasi mencapai USD 4,45 juta, dengan bonus tanda tangan sebesar 300 ribu dolar AS,” ujar Tri.

Penetapan resmi pemenang lelang tercantum dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 47.K/MG.04/DJM/2025 tanggal 19 Mei 2025. 

Surat ini menjadi dasar hukum bagi proses lanjutan, termasuk penandatanganan kontrak kerja sama antara pemerintah dan kontraktor terpilih.

Read also:  Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Tri menambahkan, pemerintah terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas. 

Kebijakan tersebut mencakup peningkatan porsi bagi hasil kontraktor, pemberian First Tranche Petroleum (FTP) sebesar 10 persen, fleksibilitas pemilihan skema kontrak antara Cost Recovery dan Gross Split, serta penghapusan kewajiban pengembalian wilayah kerja (relinquishment) selama tiga tahun pertama. 

Baca juga: Tingkatkan Kemudahan Investasi, Pemerintah Revisi Aturan Perpajakan Skema Kontrak Gross Split

Read also:  Gakkum Kehutanan Limpahkan Kasus Kayu Ilegal Donggala ke Kejaksaan

Akses data migas juga semakin mudah melalui keanggotaan di Migas Data Repository.

Sepanjang 2024, pemerintah melelang total 11 Wilayah Kerja migas dalam dua tahap. Tahap I mencakup lima blok, yakni WK Pesut Mahakam, Panai, Central Andaman, Amanah, dan Melati. Sementara itu, tahap II meliputi enam blok: Air Komering, Serpang, Kojo, Binaiya, Gaea, dan Gaea II.

“Dari seluruh blok tersebut, sembilan telah memiliki pemenang, dan tiga di antaranya sudah sampai tahap penandatanganan kontrak kerja sama,” tutup Tri. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia–Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat Periode Keempat, Perkuat Partisipasi Publik dalam Aksi Iklim

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat guna memperkuat partisipasi publik dalam mendukung pencapaian...

Kelola Sampah Plastik Laut, Pemkab Berau dan WWF Indonesia Operasikan TPS3R RUPIAH di Pulau Derawan

Ecobiz.asia — Pemerintah Kabupaten Berau bersama WWF Indonesia mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) RUPIAH (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan sebagai...

KLH Segel Dua Perusahaan Batu Bara Pencemar Sungai, Penyebab Matinya Pesut Mahakam

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyegel dua perusahaan batu bara di Kalimantan Timur yang diduga mencemari Sungai Mahakam dan berkontribusi...

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

Indonesia–Inggris Luncurkan MFP Fase 5, Fokus Penguatan Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris meluncurkan Multistakeholder Forestry Programme (MFP) Fase 5 untuk memperkuat tata kelola hutan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar...

TOP STORIES

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...

Dapat Persetujuan KLH, Proyek Energi Terbarukan LX International Buka Peluang Monetisasi Kredit Karbon

Ecobiz.asia — Perusahaan energi yang berbasis di Republik Korea, LX International membuka babak baru dalam pengembangan bisnis karbon di Indonesia setelah memperoleh persetujuan yang...

LX International’s Renewable Energy Projects Open Path to Carbon Credit Monetisation in Indonesia

Ecobiz.asia – LX International, a South Korea-based energy company, has secured regulatory approval that allows it to monetise carbon emission reductions generated from its...

Pertamina Hadirkan Green Terminal di Cilegon, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur hilir energi nasional dengan menginisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Fasilitas strategis yang...