Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Proyek ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat portofolio energi baru terbarukan sekaligus mendukung transisi energi nasional.
PLTS Terapung Karangkates dirancang memiliki kapasitas sebesar 100 megawatt alternating current (MWac) atau sekitar 133 megawatt peak (MWp). Proyek ini dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan proyek tersebut merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset waduk untuk menghasilkan energi bersih, sejalan dengan kebijakan pemerintah, rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN, serta agenda swasembada energi nasional.
“PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” ujar Ruly.
Pengembangan proyek ini telah melalui sejumlah tahapan penting, termasuk finalisasi perencanaan dan penyusunan studi kelayakan pada periode 2021–2022. Salah satu tonggak terbaru adalah pelaksanaan soft launching pada 10 Februari 2026 yang menandai dimulainya fase konstruksi proyek.
Sejumlah perizinan utama seperti dokumen kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) untuk pembangkit dan sistem terapung, serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), telah diselesaikan. Sementara beberapa izin lanjutan seperti persetujuan penggunaan kawasan hutan (PPKH), izin pemanfaatan sumber daya air (IPSDA), serta sebagian komponen perizinan lingkungan lainnya ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Penataan keramba jaring apung (KJA) di area proyek juga telah diselesaikan pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari penyiapan lokasi pembangunan.
Dari sisi rekayasa, proses persetujuan desain masih berlangsung, sementara pada tahap pengadaan material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah berada di lokasi proyek. Proses fabrikasi komponen utama seperti modul fotovoltaik, inverter, dan struktur floater juga tengah berjalan.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, mengatakan PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat signifikan bagi sistem energi nasional maupun masyarakat sekitar.
“PLTS Terapung Karangkates berpotensi menyediakan listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga serta menurunkan emisi karbon hingga sekitar 181.700 ton CO₂ per tahun,” ujarnya.
Selain manfaat energi dan lingkungan, proyek ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 600 lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Pengembangan PLTS terapung tersebut juga diharapkan dapat menarik investasi dan pendanaan internasional, sekaligus meningkatkan potensi wisata di kawasan Kabupaten Malang.
Area yang akan dimanfaatkan untuk proyek ini mencapai sekitar 71 hektare atau sekitar 5,3% dari total luas Waduk Karangkates. Melalui proyek ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia. ***




