Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Upstream Energy Transformation Award dalam Dataiku Summit 2026 atas penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi serta keandalan operasi hulu migas.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Dataiku Summit 2026 di Jakarta. Transformasi digital PHR antara lain diterapkan melalui Digital Twin Pipeline dan predictive maintenance untuk memantau kondisi fasilitas serta mengantisipasi potensi gangguan operasi.
Melalui Digital Twin Pipeline, PHR menggabungkan data historis dan real-time untuk memantau tekanan dan integritas jaringan pipa. Sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi pola anomali, seperti penurunan tekanan yang tidak wajar, potensi kebocoran, hambatan aliran akibat scaling atau wax deposition, serta ketidakseimbangan operasi antarfasilitas.
Sementara itu, penerapan predictive maintenance pada rotating equipment dan fasilitas produksi memungkinkan PHR mengidentifikasi pola kegagalan, memperkirakan umur pakai peralatan, dan menentukan waktu pemeliharaan.
Teknologi tersebut diarahkan untuk mengurangi unplanned shutdown, meningkatkan availability peralatan, mengoptimalkan biaya pemeliharaan, serta memperpanjang umur aset.
Vice President Information Technology PHR Triatmojo mengatakan pemanfaatan teknologi digital dan AI menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi tantangan industri hulu migas, termasuk penurunan alamiah produksi pada lapangan-lapangan mature.
“PHR berkomitmen memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan guna mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Triatmojo dalam pernyataannya, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas implementasi transformasi digital dan AI PHR untuk meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan operasional, dan menjalankan transformasi dalam skala besar.
Digitalisasi PHR juga didukung keberadaan Digital and Innovation Center (DICE) yang berfungsi sebagai pusat pemantauan real-time. Fasilitas tersebut mengintegrasikan berbagai data operasional melalui sejumlah dashboard digital, termasuk untuk memantau proses pengeboran, lifting, inventaris aset, hingga kegiatan produksi.
Transformasi digital tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun budaya kerja berbasis data dan memperluas penerapan inovasi dalam pengelolaan ribuan sumur serta fasilitas produksi PHR.
Dataiku Summit 2026 mengangkat tema “Transformasi AI Enterprise melalui kombinasi People, Orchestration, dan Governance untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur”. Forum tersebut membahas implementasi AI lintas industri, termasuk penerapan AI Agents, tata kelola AI, dan strategi meningkatkan pengembalian investasi teknologi. ****




