PGN Targetkan Tambahan 10.000 Sambungan Jargas di Batam pada 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menargetkan penambahan 10.000 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) di Batam sepanjang 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari komitmen PGN dalam mendukung program pemerintah mempercepat transisi energi sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga.

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham mengatakan Batam dipilih sebagai pilot project nasional pengembangan jargas yang ke depan akan direplikasi di kota-kota lain di Indonesia, setelah melalui evaluasi menyeluruh.

“Batam menjadi proyek percontohan. Setelah implementasi berjalan dan kami lakukan evaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lain dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, dan kebutuhan pasar,” ujar Aldiansyah dalam keterangannya akhir pekan lalu.

Read also:  Terapkan Keselamatan Standar Internasional, PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG Sepanjang 2025

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam tercatat mencapai 8.829 pelanggan. Pada 2026, PGN akan memperluas jaringan jargas di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota, dengan pembangunan yang direncanakan mulai Maret 2026 dan dilakukan secara bertahap.

Menurut Aldiansyah, gas bumi melalui jargas merupakan solusi energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau, sekaligus dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, khususnya LPG.

Read also:  Penjualan Listrik Hijau PLN Meroket 19,65 Persen, Capai 6,43 TWh pada 2025

Pengembangan jargas Batam juga menjadi bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN sebesar US$353 juta pada 2026. Dari total capex tersebut, sekitar 62% dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, dan sektor pendukung lainnya.

“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan mendukung percepatan transisi energi nasional,” tutup Aldiansyah.

Pengembangan jargas di Batam sejalan dengan arahan Danantara Indonesia kepada PGN untuk memperkuat fokus bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, guna mendorong pemerataan akses energi bersih bagi masyarakat.

Read also:  SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya menyampaikan bahwa pengembangan pipanisasi gas ke rumah tangga akan dimulai dari satu kota sebagai tahap awal.

“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota, yaitu Batam, sambil kita lakukan review,” ujar Dony pada 28 Januari 2026. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

TOP STORIES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...