PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara tahunan, didorong optimalisasi kinerja operasional serta peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola perseroan.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan perusahaan optimistis dapat kembali mencatatkan rekor produksi tertinggi pada 2026.

“Ke depan, PGE akan semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi world leading geothermal producer. Tidak hanya unggul dari sisi kapasitas terpasang, PGE juga berupaya diakui sebagai geothermal center of excellence di tingkat global,” ujar Ahmad Yani.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda PGEO Earnings Call 2025 Full Year Results yang digelar di Jakarta pada Selasa (10/3/2026). Dalam forum tersebut, perseroan memaparkan kinerja keuangan dan operasional 2025 sekaligus arah strategi pengembangan bisnis ke depan, termasuk percepatan proyek panas bumi, pengembangan portofolio co-generation, serta diversifikasi bisnis beyond electricity.

Read also:  Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Pertamina Siap Tembus Pasar Internasional

Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, mengatakan peningkatan produksi listrik pada 2026 diproyeksikan berasal dari sejumlah wilayah operasi utama perusahaan.

Kontribusi produksi tersebut antara lain berasal dari Kamojang sebesar 1.806 GWh, Ulubelu 1.617 GWh, Lahendong 849 GWh, Lumut Balai 714 GWh, serta Karaha sekitar 109 GWh.

Menurutnya, kinerja tersebut didukung tingkat reliabilitas pembangkit yang tinggi dengan availability factor mencapai 98,93%, capacity factor sebesar 86,58%, serta tingkat outage yang rendah di level 0,41%.

Read also:  Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Hulu Migas, PHI Luncurkan Kartu Stop Work Authority

“Ke depan perseroan akan terus meningkatkan produksi melalui optimalisasi operasional serta pengelolaan pembangkit yang semakin andal dan efisien,” kata Andi.

Sepanjang 2025, PGE mencatat produksi listrik 5.095 GWh, naik 5,55% dibandingkan 2024 yang sebesar 4.827 GWh, sekaligus menjadi produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Peningkatan tersebut didukung tambahan kapasitas terpasang 55 megawatt (MW) dari PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi komersial pada Juni 2025. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas terpasang PGE meningkat menjadi 727 MW dari sebelumnya 672 MW.

Read also:  Program TJSL Pertamina NRE Bekali Nelayan Penerangan PLTS, Dongkrak Produktivitas

Dari sisi keuangan, Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio, mengatakan perseroan membukukan pendapatan US$432,73 juta sepanjang 2025 dengan EBITDA US$330,35 juta dan margin sebesar 76,34%.

Selain itu, PGE mencatat laba bersih US$137,67 juta, total aset US$3,03 miliar, serta kas dan setara kas US$718,5 juta.

Menurut Yurizki, kinerja tersebut mencerminkan fundamental keuangan perusahaan yang tetap solid di tengah fase transformasi untuk memperluas portofolio bisnis.

Saat ini PGE juga meningkatkan investasi pada pengembangan talenta, riset dan pengembangan, serta proyek eksplorasi guna mendukung target commercial operation date (COD) berbagai proyek panas bumi sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

PHE Perkuat Pengembangan Energi Rendah Karbon di Tengah Target Produksi Migas 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu PT Pertamina (Persero), menargetkan penguatan bisnis energi rendah karbon seiring dengan upaya menjaga dan meningkatkan...

Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik Timur Tengah, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Normal

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan, dua kapalnya berhasil keluar dari kawasan konflik di Timur Tengah, sementara dua kapal lainnya masih berada...

Rekor! PLN EPI Kirim 6.700 Ton Biomassa Sekali Angkut ke PLTU Balikpapan

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatat pengiriman biomassa terbesar sepanjang program cofiring setelah mengangkut sekitar 6.700 ton cangkang sawit ke...

TOP STORIES

PGE Teams Up With South Pole to Accelerate Carbon Portfolio Shift to Paris Agreement Mechanism

Ecobiz.asia — Indonesian geothermal developer PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) is accelerating the transition of its carbon project portfolio to the global...

PHM Gelar Safari Ramadan di Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk Anak Disabilitas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) PHM menggelar kegiatan Safari Ramadan di Balikpapan pada akhir pekan lalu sebagai...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

PHE Perkuat Pengembangan Energi Rendah Karbon di Tengah Target Produksi Migas 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu PT Pertamina (Persero), menargetkan penguatan bisnis energi rendah karbon seiring dengan upaya menjaga dan meningkatkan...