METI Dorong Percepatan Transisi Energi untuk Perkuat Kemandirian Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menekankan pentingnya percepatan transisi energi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Direktur Eksekutif METI, Christine Effendy, mengatakan dinamika global mendorong negara-negara untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor.

“Energi terbarukan merupakan solusi paling rasional untuk mencapai kemandirian energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

Namun, implementasi transisi energi di Indonesia dinilai masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain ketidakpastian kebijakan, dominasi energi fosil, serta belum optimalnya skema insentif fiskal dan mekanisme harga listrik yang menarik bagi investor.

Read also:  Wamen LH Minta Pemudik Pilah Sampah Saat Mudik, Kurangi Beban TPA

Untuk mengatasi hambatan tersebut, METI mengusulkan program percepatan “Green Fast Track” yang mencakup reformasi proses pengadaan proyek energi terbarukan, percepatan revisi regulasi, serta pemangkasan waktu proses tender hingga penandatanganan perjanjian jual beli listrik menjadi maksimal enam bulan.

Di sisi pembiayaan, METI mendorong peningkatan investasi melalui penguatan peran lembaga keuangan, termasuk bank pembangunan multilateral, serta pemanfaatan instrumen pembiayaan inovatif.

Read also:  Kemenhut Gelar Resepsi Hari Bakti Rimbawan 2026, Luncurkan Road to HKAN

Penguatan infrastruktur kelistrikan, khususnya jaringan transmisi antar pulau, juga dinilai penting untuk mendukung integrasi energi terbarukan secara nasional.

METI menegaskan bahwa stabilitas kebijakan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus mendorong percepatan pengesahan regulasi energi baru dan terbarukan.

Selain itu, organisasi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung implementasi transisi energi.

Read also:  PLTA Batang Toru Siap Bayar Denda Lingkungan Rp200,6 M, Dapat Lampu Hijau Beroperasi Kembali

Dalam jangka menengah, arah investasi diharapkan mengacu pada rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) guna meningkatkan jumlah proyek dan menciptakan tarif listrik yang lebih kompetitif.

METI juga menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain Desa/Pulau Transisi Energi, Green Fast Track, Program 100 GW, Access to Finance for Just Energy Transition (AFJET), serta Forum Transisi Energi Berkeadilan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uji 1.000 Jam, Pelaku Tambang Sebut Biodiesel B50 Aman untuk Alat Berat

Ecobiz.asia — Uji coba penggunaan biodiesel 50 persen (B50) pada alat berat sektor pertambangan menunjukkan hasil positif, dengan kinerja mesin tetap stabil dan tanpa...

Prabowo Evaluasi, Cabut Izin Pertambangan Bermasalah di Hutan: Enggak Ada Kasihan Sekarang!

Ecobiz.asia - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan (IUP) yang...

Gakkum Kehutanan Gagalkan Perdagangan 22 Kilo Sisik Trenggiling di Medan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Polda Sumatera Utara menggagalkan perdagangan bagian satwa dilindungi berupa sisik trenggiling seberat 22 kilogram di...

Anak Elang Jawa Menetas di TNGHS, Wamenhut Beri Nama ‘Garda Nusantara’

Ecobiz.asia — Seekor anak Elang Jawa menetas di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan diberi nama “Garda Nusantara” oleh Wakil Menteri Kehutanan...

Pemerintah Percepat PSEL Pekanbaru Raya untuk Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Pekanbaru Raya sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional. Percepatan ini ditandai...

TOP STORIES

PGN Group Borong 4 PROPER Emas dan 5 Hijau 2025

Ecoboz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali mempertegas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih empat PROPER Emas dan lima PROPER...

PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional untuk Jaga Produksi dan Dukung Transisi Energi

Ecobiz.asia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan migas non-konvensional (MNK) sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah...

Uji 1.000 Jam, Pelaku Tambang Sebut Biodiesel B50 Aman untuk Alat Berat

Ecobiz.asia — Uji coba penggunaan biodiesel 50 persen (B50) pada alat berat sektor pertambangan menunjukkan hasil positif, dengan kinerja mesin tetap stabil dan tanpa...

ITS Kembangkan Bensin Sawit yang Efisien dan Rendah Emisi, Manfaatkan Proses Catalytic Cracking

Ecobiz.asia — Tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengembangkan metode produksi bensin nabati berbasis kelapa sawit (benwit) yang lebih terukur, efisien, dan rendah emisi...

Prabowo Orders Review, Revocation of Problematic Mining Permits in Forest Areas Within a Week

Ecobiz.asia — President Prabowo Subianto has instructed Energy and Mineral Resources Minister Bahlil Lahadalia to conduct a comprehensive review of mining business permits (IUPs)...