Karhutla Riau Meluas, Kementerian Kehutanan Catat 4.449 Titik Panas (Hotspot) di Riau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah pusat bergerak cepat merespons peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar, bersama Kepala BNPB dan perwakilan kementerian/lembaga lainnya turun langsung ke lapangan untuk mempercepat penanganan karhutla secara terpadu.

Kondisi sebaran asap terpantau memburuk pada 19 Juli 2025 di Kabupaten Rokan Hilir, meskipun pada keesokan harinya terdeteksi membaik. Namun, potensi asap lintas batas tetap menjadi perhatian, mengingat arah angin musim kemarau yang mengarah ke kawasan negara tetangga.

“Situasi iklim dan cuaca di Riau saat ini harus menjadi perhatian bersama. Seluruh pihak perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan,” kata Wamenhut Sulaiman Umar saat meninjau lokasi, Senin (21/7/2025).

Read also:  Hilirisasi dan Transisi Energi Kini Dikoordinasikan Satu Pintu, Bahlil Jadi Menko

Untuk memperkuat pengendalian, patroli terpadu melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) diaktifkan di 9 posko desa, termasuk di Bengkalis, Dumai, Indragiri Hilir, Kampar, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Siak. Sementara patroli mandiri Manggala Agni berlangsung di 19 posko desa.

Langkah pengendalian juga diperkuat dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh BNPB, BMKG, dan mitra swasta. Hingga saat ini, dua tahap OMC telah dilakukan di Riau dengan 14 sortie dan total penyemaian 12.600 kg garam (NaCl).

Operasi serupa juga dijadwalkan di Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Read also:  Menhut Ungkap Pengaruh BP-GMN terhadap Konsesi PBPH dan Perkebunan di Lahan Gambut

Data Satelit Terra-Aqua NASA yang dipantau melalui sistem SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 4.449 titik panas (hotspot) di Riau sepanjang 1 Januari–20 Juli 2025. Kabupaten Rokan Hilir mencatat angka tertinggi dengan 1.767 titik, disusul Rokan Hulu (1.114) dan Dumai (333). Sebanyak 3.031 titik tercatat hanya dalam bulan Juli.

Luas karhutla di Riau pada periode Januari–Mei 2025 tercatat mencapai 751,08 hektare. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut, mencakup 695,72 hektare atau 96,23 persen dari total luasan. Sisanya terjadi di lahan mineral.

Adapun berdasarkan fungsi kawasan, 85,78 persen kebakaran terjadi di area penggunaan lain (APL), dan 14,22 persen di kawasan hutan.

Read also:  Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Upaya pemadaman masih berlangsung intensif, melibatkan pasukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama tim dari Dinas Kehutanan, BPBD Riau dan Rokan Hilir, TNI, Polri, Pertamina Hulu Rokan, dan MPA.

Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Januanto, menyebut pihaknya telah mengerahkan 120 personel Manggala Agni dari berbagai Daops, termasuk dari luar Riau seperti Jambi dan Sumatera Selatan.

Pemerintah menegaskan bahwa sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla di Riau dan wilayah rawan lainnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...