Indonesia-GGGI Partnership Targets US$2 Billion in Green Investment by 2030

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesia and the Global Green Growth Institute (GGGI) have launched the Green Indonesia Future Initiative (GIFT), a strategic partnership targeting the mobilization of US$2 billion in green investment by 2030 to accelerate Indonesia’s transition toward a green economy.

The partnership will support green economic transformation across multiple sectors, including renewable energy, sustainable land and marine management, social forestry, green finance, and low-carbon urban development.

The initiative was launched by Indonesia’s Ministry of National Development Planning (Bappenas) and GGGI as part of efforts to strengthen green economy implementation through policy support, project development, and sustainable investment mobilization.

National Development Planning Minister and Bappenas Head Rachmat Pambudy said the transition toward a green economy is a key pillar of Indonesia’s vision to become a developed nation by 2045 while achieving net-zero emissions by 2060 or earlier.

Read also:  Peminat Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Danantara Membludak, Didominasi Perusahaan China

“The green economy is no longer merely an environmental agenda, but a pillar of national competitiveness. GIFT will serve as a dynamic bridge that transforms vision into implementation while aligning national interests with global green investment opportunities,” Rachmat said during the launch of the GIFT program on Thursday (June 4, 2026).

According to Rachmat, Indonesia’s 2025–2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) positions the green economy as a major driver of economic transformation aimed at supporting growth while reducing emissions.

Read also:  Operasi Gabungan Kemenhut Tertibkan 5 Industri Kayu di Sumut, Ribuan Kayu Diduga Ilegal Diamankan

Indonesia and GGGI have maintained a partnership for the past 12 years. During that period, policy interventions and investment pipeline development have reportedly contributed to emissions reductions equivalent to 183.54 million tons of CO2 and created approximately 271,095 green jobs.

The cooperation has also mobilized around US$776.5 million in green investment across sectors including energy, urban development, social forestry, and the blue economy.

GGGI Director-General Sang-Hyup Kim said Indonesia holds a strategic position in advancing green economic transformation in the region.

“GIFT represents a forward-looking and integrated approach to accelerate Indonesia’s green transformation, where policy, investment, and implementation come together to deliver measurable and sustainable impacts,” Sang-Hyup Kim said.

Read also:  Maluku Utara Dorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan di Tengah Sorotan Pasar Global

He added that the initiative builds on more than a decade of cooperation between Indonesia and GGGI, which has mobilized nearly US$800 million in green investment and reached 47 percent of Indonesia’s archipelagic territory.

The GIFT program for 2026–2030 will focus on developing bankable projects, reducing investment risks, and expanding access to financing from private sector investors and international partners.

Implementation will cover four main areas: green energy, sustainable terrestrial and marine landscapes, investment and financial markets, and green cities and industries. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

Program Perhutanan Sosial Kini Kejar Kualitas Pengeloloaan, Wamenhut: Harus Naik Kelas

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan tantangan utama program perhutanan sosial saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses kelola kawasan hutan, tetapi...

Link Download PP 24 Tahun 2026, Ekspor Komoditas SDA Satu Pintu

Ecobiz.asia - Berikut ini link download Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. PP ini mengatur ekspor...

TOP STORIES

PLN EPI Ajak Pabrik Sawit Kembangkan BioCNG, Limbah POME Diolah Jadi Energi Bersih

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pabrik kelapa sawit (PKS) berkolaborasi mengembangkan Bio Compressed Natural Gas (BioCNG) berbasis limbah cair...

PGE Kantongi Pendanaan Global US$477 Juta untuk Tiga Proyek Panas Bumi

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperoleh dukungan pendanaan internasional senilai total 477,87 juta dollar AS untuk tiga proyek panas bumi setelah...

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...