Program Konservasi PHR Kurangi Konflik Gajah-Manusia di Blok Rokan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan Program Konservasi Multispesies di wilayah kerja Blok Rokan, Riau, sebagai upaya mengurangi interaksi negatif antara manusia dan Gajah Sumatra serta menciptakan harmonisasi antara aktivitas migas dan pelestarian lingkungan.

Program ini melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan, termasuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Pusaka Jaya, yang berada di sekitar kantong habitat gajah Balairaja, Kabupaten Bengkalis. 

Salah satu anggota KTH, Suparto, menyampaikan bahwa pendekatan baru ini berhasil menekan konflik yang kerap terjadi akibat gajah yang masuk ke permukiman dan perkebunan warga.

Read also:  Lampaui Target 14,7%, PLN Nusantara Power Produksi 245 GWh Energi Hijau pada Kuartal I 2026

Baca juga: Konservasi Gajah Sumatra, Inggris Siap Dukung Pendanaan Inovatif Lewat FOLU Net Sink

“Dulu kami sering berkonflik dengan gajah, tapi sekarang kami bisa hidup berdampingan. Program ini sangat membantu mengurangi interaksi negatif,” ujar Suparto dalam keterangan yang diterima, Jumat (27/6/2025).

Konservasi Multispesies yang dikembangkan PHR bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) dan didukung oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, mengedepankan pendekatan ekologi dan ekonomi. 

Read also:  Menteri LH Resmikan Sekretariat Komando Polusi Asap Lintas Batas, Perkuat Koordinasi ASEAN

Program ini mencakup penanaman pakan alami gajah seperti rumput odot dan buah-buahan manis di area hutan, serta pengembangan sistem agrosilvopastura yang melibatkan tanaman bernilai ekonomi seperti petai dan jengkol, yang juga berfungsi sebagai penghalang alami bagi gajah.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam pelibatan masyarakat dan perlindungan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasi migas.

Baca juga: Menteri LH Peringatkan Pengusaha Sawit Jaga Kelestarian Satwa, Dari Gajah hingga Badak

Read also:  Grup Pertamina Hulu Indonesia Raih 6 PROPER Hijau 2025, Bukti Komitmen Keberlanjutan

“Gajah memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui edukasi konservasi satwa, pembinaan habitat, dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan harmonisasi antara kebutuhan energi dan kelestarian alam,” kata Iwan.

PHR menilai, inisiatif konservasi ini juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian spesies yang terancam punah. Langkah ini sekaligus memperluas ruang hidup bagi Gajah Sumatra dan memperkecil potensi konflik di masa depan.

***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...

AMMAN Bukukan Laba US$163 Juta di Q1 2026, Ditopang Ekspor Konsentrat dan Kinerja Operasional

Ecobiz.asia -- PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) mencatatkan kinerja solid pada kuartal pertama 2026, dengan laba bersih mencapai US$163 juta, berbalik dari...

Tak Kunjung Dibayar, Eks Pekerja Newcrest Mining Siap Eskalasi Sengketa ke Level Global

Ecobiz.asia — Sengketa ketenagakerjaan di sektor tambang kembali menemukan babak baru. Kali ini, ratusan pekerja memilih membawa persoalan mereka melampaui batas nasional. Sebanyak 735...

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) merampungkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk data center Microsoft di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Cikarang, dan Karawang...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...