Tutup 343 TPA, Pemerintah Percepat Bangun Instalasi Pengolah Sampah Jadi Energi Listrik

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah segera menutup 343 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping. 

Sebagai solusi jangka panjang, dilakukan percepatan pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Berdasarkan arahan Pak Menko Pangan dan restu Pak Presiden, kita akan segera mulai menutup praktik open dumping di 343 titik secara bertahap. Dalam minggu ini, sekitar 100 TPA akan mulai ditutup, dan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan kajian detail, termasuk relokasi pembuangan sampahnya,” ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Baca juga: Dorong Pengelolaan Sampah, Pemerintah Naikkan Tarif PLTSa Jadi 19-20 Sen Dolar per kWh

Rakor tersebut dipimpin oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan dan turut dihadiri perwakilan kementerian/lembaga terkait, PT PLN, dan Duta Besar Negara Sahabat

Read also:  Habitat Gajah dan Harimau, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Jadi Sasaran Pembalakan Liar

“Penutupan Open Dumping akan mengikuti mekanisme yang diarahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan memerlukan waktu. Ini penting untuk mengalihkan anggaran APBD di masing-masing pemerintah kabupaten/kota serta provinsi dan implementasinya dalam RPJMD, agar upaya yang dilakukan menjawab ketentuan Sanksi Paksaan Administratif, dan selaras dengan visi misi pengelolaan sampah nasional,” kata Hanif.

Berdasarkan data tahun 2023, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan total timbulan sampah mencapai 56,63 juta ton per tahun. 

Dari volume tersebut hanya sekitar 39,01% yang telah terkelola dengan baik. Sementara 60,99% lainnya masih belum terolah, termasuk yang berakhir di TPA atau mencemari lingkungan melalui pembakaran terbuka dan pembuangan ke badan air.

Read also:  Percepat Transformasi Tata Kelola Sampah Nasional, Paradigma Kumpul–Angkut–Buang Harus Ditinggalkan

Baca juga: KLH Targetkan Pengelolaan Sampah di Jakarta Jadi Percontohan Nasional

Hanif menjelaskan untuk mempercepat penutupan TPA dan mendorong pengelolaan sampah akan dibuat Peraturan Presiden yang sebagai payung hukum.

Tadi Bapak Menko sesuai dengan arahan Pak Presiden minta pengelolaan sampah dilakukan dalam satu Perpres. Supaya semuanya selesai dengan terangkai,” ujar Hanif.

Sebagai salah satu solusi jangka panjang dari penutupan TPA, pemerintah mendorong pembangunan instalasi PSEL. Pembangunan PSEL bahkan telah masuk sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029. 

Instalasi PSEL akan dibangun di kota-kota dengan timbulan sampah besar dan keterbatasan lahan TPA. Hingga saat ini, proyek PSEL telah berhasil dioperasikan di Surabaya dan Surakarta, sementara beberapa kota lainnya seperti Palembang, Makassar, Jakarta, dan Bandung sedang dalam tahap konstruksi atau persiapan perjanjian jual beli listrik dengan PLN.

Read also:  Presiden Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah, Intervensi Penyusutan Kantong Habitat

Dalam rakor tersebut juga dibahas usulan untuk menaikkan harga penjualan listrik dari PSEL ke PLN. 

Saat ini skema pembelian listrik dari PSEL diatur melalui Perpres No. 35/2018. Berdasarkan Perpres tersebut PLN membeli listrik dari PSEL sebesar 13,35 sen dolar AS per perkilowatt hour (kWh). Selain itu, pengembang PLTSa juga memdapat tipping fee untuk pengelolaan sampah dari pemerintah daerah.

Baca juga: TPA Benowo Model Pengelolaan Sampah Berbasis Energi, Wamen ESDM: Duplikasi ke Daerah Lain

Hanif mengungkapkan usulan untuk menjadikan satu tarif pembelian listrik oleh PLN menjadi 18-20 sen dolar AS per kwh termasuk tipping fee. 

“Dengan biaya 18-20 sen dolar AS per KWH, saya rasa cukup,” kata Hanif. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Amankan Jalur Mudik Sumatera dari Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan tim Manggala Agni untuk mengamankan jalur mudik di Pulau Sumatera dari potensi kebakaran hutan dan lahan menjelang Idul...

Hari Bakti Rimbawan 2026, Kemenhut Perkuat Tata Kelola Hutan Transparan dan Profesional

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola kehutanan yang transparan, profesional, dan berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pengelolaan hutan yang...

Tindak Lanjut COP30, KLH Susun Dua Peta Jalan Transisi Energi dan Hutan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah merumuskan dua konsep peta jalan nasional yang berkaitan dengan transisi energi dan pengendalian deforestasi...

Sudah Kantongi Izin Lingkungan dan Hutan, INPEX Tegaskan Komitmen Percepat Proyek Masela

Ecobiz.asia — INPEX Corporation menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan Proyek Abadi Masela setelah proyek gas raksasa tersebut mengantongi sejumlah perizinan kunci dari pemerintah Indonesia,...

RI–Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Pengembangan Energi Nuklir

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani nota kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung pengembangan...

TOP STORIES

Aqua dan Veolia Resmikan Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PET Berkapasitas 25.000 Ton per Tahun, Terbesar di Indonesia

Ecobiz.asia — Danone-Aqua bersama Veolia Services Indonesia meresmikan pabrik daur ulang botol plastik PET (polyethylene terephthalate) terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan Pasuruan...

Danantara Inisiasi Hibah PLTS di Sumenep, Gantikan Genset Diesel

Ecobiz.asia — Danantara memfasilitasi kerja sama pemanfaatan dua unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang diproyeksikan memasok listrik bersih...

Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Amankan Jalur Mudik Sumatera dari Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan tim Manggala Agni untuk mengamankan jalur mudik di Pulau Sumatera dari potensi kebakaran hutan dan lahan menjelang Idul...

Indonesia Explores Carbon, Biodiversity Credits to Finance National Park Management

Ecobiz.asia — The government is exploring alternative financing schemes, including carbon trading and biodiversity credits, to support the management of national parks and reduce...

Pemerintah Jajaki Kredit Karbon dan Biodiversity Credit untuk Biayai Pengelolaan Taman Nasional

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menjajaki berbagai skema pendanaan alternatif untuk pengelolaan taman nasional, termasuk perdagangan karbon dan kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit), guna mengurangi...