Cadangan Minyak Bersama Penting Meski ASEAN Beralih ke Energi Terbarukan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kerja sama penyimpanan cadangan minyak darurat dinilai tetap penting bagi ASEAN meskipun kawasan ini beralih ke energi terbarukan. Selain menjaga ketahanan pasokan di tengah gangguan energi global, skema cadangan bersama berpotensi menghemat biaya hingga US$610 juta per tahun, berdasarkan kajian Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Chief Operating Officer ERIA Takayuki Yamanaka mengatakan gangguan pasokan energi global menunjukkan pentingnya kesiapan dan kerja sama antarnegara untuk menjaga ketahanan energi.

Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan energi juga perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan hijau dan transformasi digital untuk meningkatkan daya saing serta memperkuat integrasi ekonomi kawasan.

“Salah satu topik utama yang akan kita bahas adalah ketahanan energi ASEAN, khususnya kajian regional kami mengenai cadangan minyak bersama dan mekanisme respons di sektor energi,” kata Yamanaka saat membuka Second East Asia Media Caucus di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Ekonom Energi Senior ERIA Han Phoumin menjelaskan, kajian tersebut menggunakan cadangan setara 90 hari konsumsi minyak sebagai patokan. ERIA mengasumsikan perusahaan telah memiliki stok operasional setara 30 hari konsumsi. Dengan demikian, tambahan cadangan yang perlu disediakan mencapai 60 hari konsumsi.

Read also:  BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Dalam skenario yang lebih mengandalkan penyimpanan nasional, tambahan cadangan tersebut terdiri atas stok nasional setara 45 hari konsumsi, cadangan bersama 10 hari, dan hak menggunakan stok yang disimpan pihak lain selama lima hari. Biaya penyediaan dan penyimpanan skema ini diperkirakan mencapai US$2,80 miliar per tahun.

Biaya tersebut turun menjadi US$2,19 miliar per tahun ketika porsi cadangan bersama ditingkatkan dari setara 10 hari menjadi 30 hari konsumsi. Biaya penyimpanan per barel juga berkurang dari US$9,76 menjadi US$7,29 per tahun.

Dalam skema yang diusulkan ERIA, minyak yang disimpan bersama tetap menjadi milik produsen atau mitra penyimpanan. Negara peserta memperoleh hak untuk menggunakan stok tersebut berdasarkan kesepakatan. Adapun biaya pengiriman saat keadaan darurat dan pengisian kembali cadangan belum termasuk dalam perhitungan.

Han menegaskan, skema tersebut masih berupa rekomendasi yang membutuhkan pertimbangan dan persetujuan pemerintah negara terkait. Selain kesepakatan mengenai hak akses, negara peserta juga perlu menyiapkan prosedur pelepasan stok, memastikan kesesuaian jenis bahan bakar, serta membangun sarana distribusi ke wilayah yang membutuhkan.

Read also:  Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ia mencontohkan pengalaman Jepang setelah kecelakaan Fukushima. Meskipun memiliki cadangan minyak, Jepang menghadapi kesulitan mengirimkan bahan bakar ke sejumlah wilayah terpencil yang membutuhkan pasokan.

“Hak untuk menggunakan cadangan darurat baru merupakan langkah awal. Setiap negara perlu memiliki prosedur yang jelas untuk mengeluarkan cadangan, bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan, dan sarana untuk mengirimkannya ke tempat yang membutuhkan. Melalui uji coba sukarela, pemerintah dan operator dapat menguji apakah semua itu berjalan dengan baik sebelum pasokan terganggu,” ujar Han.

Dari sisi industri, Kepala Kantor Secretary-in-Charge ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) Sri Konsep Harum Wicaksono menyoroti kesiapan infrastruktur pengolahan dan distribusi. Menurut dia, jika suatu negara membutuhkan bensin sementara stok yang tersedia berupa minyak mentah, kilang harus mampu mengolah minyak tersebut menjadi bahan bakar sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

“Peluang ekonominya cukup menjanjikan untuk diuji, tetapi nilainya bergantung pada kepastian bahwa hak akses dapat ditegakkan, dan juga pada biayanya,” kata Sri.

Ia mengatakan pemerintah dan perusahaan perlu menyepakati pihak yang menanggung biaya penyimpanan serta pihak yang berwenang melepas stok ketika suatu negara meminta bantuan. Sebelum membangun fasilitas baru, industri juga perlu memetakan kilang, tangki penyimpanan, dan dermaga yang dapat dimanfaatkan.

Read also:  Ada Coaching Clinic, Ditjen Minerba Dampingi Perusahaan Tambang Susun RKAB di Minerba Convex 2026

Latihan bersama antara pemerintah dan operator diperlukan untuk menguji proses distribusi, mulai dari pengajuan permintaan, pelepasan stok, pengurusan dokumen kepabeanan, hingga pengiriman bahan bakar ke negara penerima.

Kebutuhan cadangan minyak tersebut dinilai masih relevan meskipun ASEAN terus beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Senior Energy System Modeller ASEAN Centre for Energy (ACE) Yudiandra Yuwono mengatakan, pemodelan dalam ASEAN Energy Outlook menunjukkan kawasan ini masih akan mengonsumsi minyak dalam jumlah besar pada masa mendatang.

“Namun, bahkan dalam skenario ambisius itu, kita masih akan mengonsumsi 3 juta barel minyak per hari pada 2060,” kata Yudiandra.

Menurut dia, pengurangan penggunaan minyak pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel relatif lebih memungkinkan karena tersedia sumber energi alternatif. Namun, peralihan pada sektor logistik dan kegiatan operasional berat masih menghadapi tantangan. Distribusi pangan, misalnya, masih bergantung pada angkutan berbahan bakar diesel sehingga gangguan pasokan minyak dapat memengaruhi pengiriman kebutuhan sehari-hari masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kawal Target COP17 CBD, Indonesia Dorong Reformasi Insentif dan Pendanaan Keanekaragaman Hayati

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong reformasi insentif fiskal, penguatan pendanaan hijau, dan kemitraan berbasis sains untuk mendukung pencapaian target perlindungan keanekaragaman hayati global. Langkah tersebut menjadi...

Pemerintah Minta Perusahaan Tambang Bantu Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tengah

Ecobiz.asia – Pemerintah meminta perusahaan pertambangan ikut membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pemerintah mengundang sekitar 400...

Bukti Keberhasilan 25 Tahun Reintroduksi Orangutan, Tiga Induk dan Anaknya Terpantau di Bukit Tiga Puluh

Ecobiz.asia — Tiga induk orangutan Sumatera bersama anaknya terpantau di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Jambi, sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Temuan ini...

Harga Nikel dan Biaya Modal Pengaruhi Kelayakan Proyek, Ekonomom Soroti Daya Saing Baterai

Ecobiz.asia – Fluktuasi harga nikel, nilai tukar rupiah, dan tingginya biaya modal menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kelayakan investasi proyek nikel di Indonesia. Di...

Empat Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Catherine hingga Marlon Pulang ke Alam Liar

Ecobiz.asia — Empat orangutan hasil rehabilitasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari dilepasliarkan ke Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2026). Keempat orangutan bernama Catherine,...

TOP STORIES

Kawal Target COP17 CBD, Indonesia Dorong Reformasi Insentif dan Pendanaan Keanekaragaman Hayati

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong reformasi insentif fiskal, penguatan pendanaan hijau, dan kemitraan berbasis sains untuk mendukung pencapaian target perlindungan keanekaragaman hayati global. Langkah tersebut menjadi...

Pemerintah Minta Perusahaan Tambang Bantu Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tengah

Ecobiz.asia – Pemerintah meminta perusahaan pertambangan ikut membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pemerintah mengundang sekitar 400...

As Shipping Seeks Cleaner Fuels, Pupuk Indonesia Eyes $500 Million Ammonia Hub in Batam to Challenge Singapore

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned fertilizer and petrochemical company Pupuk Indonesia is exploring an investment of up to US$500 million to develop an ammonia hub...

Ditjen Minerba Berikan 42 Apresiasi kepada Perusahaan Tambang atas Kinerja Sosial dan Lingkungan

Ecobiz.asia -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha...

Bukti Keberhasilan 25 Tahun Reintroduksi Orangutan, Tiga Induk dan Anaknya Terpantau di Bukit Tiga Puluh

Ecobiz.asia — Tiga induk orangutan Sumatera bersama anaknya terpantau di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Jambi, sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Temuan ini...