Empat Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Catherine hingga Marlon Pulang ke Alam Liar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Empat orangutan hasil rehabilitasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari dilepasliarkan ke Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2026). Keempat orangutan bernama Catherine, Dennis, Ames, dan Marlon tersebut akan memulai kehidupan baru di habitat alaminya yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Pelepasliaran dilakukan Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) dan sejumlah mitra kerja.

Read also:  IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Kepala BKSDA Kalimantan Timur M. Ari Wibawanto mengatakan, pelepasliaran merupakan bagian penting dari upaya konservasi untuk mengembalikan satwa liar ke habitat alaminya. Proses tersebut membutuhkan persiapan, mulai dari memastikan kesiapan setiap individu orangutan hingga kondisi habitat yang menjadi lokasi pelepasliaran.

“Kami berharap orangutan yang dilepasliarkan dapat beradaptasi dengan baik dan menjalani kehidupannya secara alami di Hutan Kehje Sewen. Upaya ini perlu terus diiringi dengan perlindungan habitat agar orangutan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dan berkembang di alam liar,” kata Ari.

Read also:  Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Perkuat Aksi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Pasca COP17

Kementerian Kehutanan mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, masyarakat, serta seluruh mitra yang terlibat dalam kegiatan konservasi tersebut.

Pelepasliaran ini berlangsung bertepatan dengan peringatan 35 tahun Yayasan BOS dalam upaya penyelamatan orangutan. Ketua Pengurus Yayasan BOS Jamartin Sihite mengatakan, setiap pelepasliaran merupakan bagian dari proses konservasi panjang yang membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kerja sama berbagai pihak.

Read also:  Subsidi Energi Salah Sasaran, Reformasi Berpotensi Hemat Rp116 Triliun

Menurut dia, setiap orangutan memiliki perjalanan rehabilitasi yang berbeda. Sebelum kembali ke hutan, satwa tersebut harus melalui proses penyelamatan, perawatan, rehabilitasi, dan pendampingan yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

“Pekerjaan kita tidak berhenti ketika mereka meninggalkan pusat rehabilitasi. Kita juga harus memastikan hutan yang menjadi rumah mereka tetap terlindungi,” ujar Jamartin. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Cadangan Minyak Bersama Penting Meski ASEAN Beralih ke Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Kerja sama penyimpanan cadangan minyak darurat dinilai tetap penting bagi ASEAN meskipun kawasan ini beralih ke energi terbarukan. Selain menjaga ketahanan pasokan...

Bukti Keberhasilan 25 Tahun Reintroduksi Orangutan, Tiga Induk dan Anaknya Terpantau di Bukit Tiga Puluh

Ecobiz.asia — Tiga induk orangutan Sumatera bersama anaknya terpantau di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Jambi, sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Temuan ini...

Harga Nikel dan Biaya Modal Pengaruhi Kelayakan Proyek, Ekonomom Soroti Daya Saing Baterai

Ecobiz.asia – Fluktuasi harga nikel, nilai tukar rupiah, dan tingginya biaya modal menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kelayakan investasi proyek nikel di Indonesia. Di...

Strategi Komunikasi Berkelanjutan Semakin Dibutuhkan, CSCP Hadir Jembatani Sains, Kebijakan, dan Masyarakat

Ecobiz.asia - Komunikasi keberlanjutan semakin dibutuhkan untuk menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Informasi yang akurat dan mudah dipahami...

Kemenhut Bongkar ‘Pencucian’ Kayu Merbau Ilegal, 23 Kontainer Senilai Rp20,9 Miliar Diamankan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengamankan 23 kontainer berisi kayu gergajian jenis merbau asal Nabire, Papua Tengah, di Terminal Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya....

TOP STORIES

Cadangan Minyak Bersama Penting Meski ASEAN Beralih ke Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Kerja sama penyimpanan cadangan minyak darurat dinilai tetap penting bagi ASEAN meskipun kawasan ini beralih ke energi terbarukan. Selain menjaga ketahanan pasokan...

As Shipping Seeks Cleaner Fuels, Pupuk Indonesia Eyes $500 Million Ammonia Hub in Batam to Challenge Singapore

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned fertilizer and petrochemical company Pupuk Indonesia is exploring an investment of up to US$500 million to develop an ammonia hub...

Ditjen Minerba Berikan 42 Apresiasi kepada Perusahaan Tambang atas Kinerja Sosial dan Lingkungan

Ecobiz.asia -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha...

Bukti Keberhasilan 25 Tahun Reintroduksi Orangutan, Tiga Induk dan Anaknya Terpantau di Bukit Tiga Puluh

Ecobiz.asia — Tiga induk orangutan Sumatera bersama anaknya terpantau di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Jambi, sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Temuan ini...

Harga Nikel dan Biaya Modal Pengaruhi Kelayakan Proyek, Ekonomom Soroti Daya Saing Baterai

Ecobiz.asia – Fluktuasi harga nikel, nilai tukar rupiah, dan tingginya biaya modal menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kelayakan investasi proyek nikel di Indonesia. Di...