COP17 CBD, Indonesia Dorong Pendanaan Biodiversitas Global yang Adil bagi Negara Berkembang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong mekanisme pendanaan keanekaragaman hayati global dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetik yang lebih adil bagi negara berkembang.

Kedua isu tersebut menjadi agenda yang dikawal delegasi Indonesia dalam Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP CBD ke-17) di Yerevan, Armenia, pada 19–30 Oktober 2026.

Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Noer Adi Wardjojo mengatakan Indonesia mendorong mekanisme pendanaan global dan pembagian keuntungan yang transparan agar negara-negara berkembang pemilik kekayaan biodiversitas memperoleh dukungan yang memadai.

“Kita terus mendorong agar mekanisme mobilisasi pendanaan global dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetik dapat berjalan secara adil dan transparan, sehingga negara-negara berkembang pemilik megabiodiversitas mendapatkan dukungan yang memadai,” kata Noer Adi yang memimpin Delegasi Indonesia dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Read also:  Target Bangun PLTS 100 GWp, DEN Sebut Indonesia Butuh Dukungan Jaringan hingga Tenaga Kerja

Dalam perundingan tersebut, delegasi Indonesia juga mengawal sejumlah isu strategis, antara lain penguatan kapasitas dan alih teknologi, pemanfaatan informasi digital sumber daya genetik (Digital Sequence Information), mekanisme multilateral pembagian keuntungan, keamanan hayati, biologi sintetis, kawasan lindung, serta perlindungan masyarakat lokal dan masyarakat adat.

COP CBD ke-17 menjadi forum evaluasi pelaksanaan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework/KMGBF), yang menjadi acuan internasional untuk menghentikan dan membalikkan kehilangan keanekaragaman hayati.

Read also:  Menhut Ungkap Pengaruh BP-GMN terhadap Konsesi PBPH dan Perkebunan di Lahan Gambut

Di tingkat nasional, Indonesia mengandalkan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045 yang memuat 20 target nasional. Indonesia juga telah menyampaikan Laporan Nasional Ketujuh kepada Sekretariat Konvensi Keanekaragaman Hayati pada Februari 2026.

Untuk mendukung Target 19 KMGBF mengenai mobilisasi sumber daya, Indonesia memperkenalkan sejumlah inisiatif pendanaan biodiversitas. Inisiatif tersebut mencakup kajian dan proyek percontohan Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD), pengembangan platform KIRANAS bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), serta penerapan biodiversity budget tagging melalui sistem KRISNA untuk memantau alokasi anggaran pemerintah bagi pelestarian alam.

Read also:  Hilirisasi dan Transisi Energi Kini Dikoordinasikan Satu Pintu, Bahlil Jadi Menko

Selain agenda pendanaan, Indonesia juga mendorong penyempurnaan regulasi, pengendalian spesies asing invasif dan pencemaran, integrasi kebijakan iklim dan konservasi, serta perlindungan sumber daya genetik.

Delegasi Indonesia dipimpin Noer Adi Wardjojo dengan melibatkan perwakilan lintas kementerian dan lembaga. Selain mengikuti perundingan formal, delegasi juga menyampaikan pengalaman Indonesia dalam perlindungan ekosistem dan spesies prioritas, pembiayaan konservasi, serta keterkaitan antara pelestarian keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gakkum Karhutla, Kemenhut Terapkan Multidoor dan Telusuri Beneficial Owner Perusahaan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal konsesi hingga penerima manfaat (beneficial owner)....

Singapura Periksa 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap, Tegaskan Belum Ada Kesimpulan Pelanggaran

Ecobiz.asia – Pemerintah Singapura memeriksa dugaan keterkaitan 10 perusahaan yang terdaftar di negara tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang memicu kabut...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Kabar Melegakan! Hotspot Terus Turun Jadi 93 Titik, Kemenhut Pastikan Tetap Siaga Kendalikan Karhutla

Ecobiz.asia — Penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia menjadi 93 titik pada Senin (26/10/2026), dari 147 titik sehari sebelumnya,...

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

TOP STORIES

Gakkum Karhutla, Kemenhut Terapkan Multidoor dan Telusuri Beneficial Owner Perusahaan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal konsesi hingga penerima manfaat (beneficial owner)....

Kemenhut Dorong BLUD Penanganan Iklim untuk Buka Akses Pemanfaatan Ekonomi Karbon Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan mendorong pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Penanganan Iklim untuk memperluas akses pembiayaan aksi iklim dan mengoptimalkan potensi ekonomi karbon...

PGN Teken Tujuh Kesepakatan Pasokan Gas, Bidik LNG Masela untuk 15 Tahun

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani tujuh kesepakatan komersial untuk memperkuat pasokan gas bumi melalui jaringan pipa dan gas alam...

PDC Dukung Pengembangan Talenta Muda Melalui Program Pemagangan Pemprov DKI Jakarta

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) turut berkontribusi dalam pengembangan kompetensi dan kesiapan kerja generasi muda melalui Program Pemagangan APBD Provinsi DKI Jakarta. Bekerja...

ASCOPE Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional, dari Hulu Migas hingga CCS/CCUS

Ecobiz.asia -- Pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51 menyepakati penguatan kerja sama energi regional, mencakup pengembangan hulu minyak dan gas...