Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik PT Bayas Biofuels di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas terpasang indikatif 600.000 ton per tahun dan berpotensi mendukung peningkatan kapasitas produksi biodiesel nasional jika dapat dioptimalkan.

Penjajakan itu ditandai dengan penandatanganan Heads of Agreement (HoA) antara Agrinas Palma dan Pertamina Power Indonesia dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Kedua perusahaan akan mengkaji aspek teknis, operasional, komersial, finansial, dan hukum sebelum menentukan skema kerja sama.

Read also:  Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Kajian tersebut mencakup kemungkinan pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, hingga pengembangan fasilitas produksi biodiesel. Pelaksanaannya tetap bergantung pada hasil kajian, status hukum aset, dan persetujuan instansi berwenang.

Selain HoA tersebut, Agrinas Palma menandatangani dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), masing-masing dengan PT Pertamina (Persero) untuk pengembangan bioenergi dan energi terbarukan guna mendukung ketahanan energi nasional, serta dengan Pertamina Power Indonesia untuk pengembangan energi terbarukan.

Direktur Bisnis Agrinas Palma Nurhidayat mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat industri hilir kelapa sawit dan pengembangan bioenergi nasional.

Read also:  Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

“Penandatanganan MoU dan HoA ini merupakan langkah strategis Agrinas Palma dalam memperkuat sinergi dengan Pertamina untuk mendorong pengembangan industri bioenergi nasional. Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret, khususnya dalam mengoptimalkan potensi fasilitas produksi FAME serta mengembangkan ekosistem energi terbarukan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir,” ujar Nurhidayat.

Ia mengatakan, peluang kerja sama akan dikaji secara menyeluruh dari sisi teknis, komersial, dan tata kelola untuk memastikan kelayakan pengembangan fasilitas tersebut.

Read also:  Lakukan Studi Penangkapan dan Penyimpangan Karbon (CCS/CCUS), Pertamina Ungkap Target Tahap Comissioning

Pengembangan fasilitas FAME ini juga dikaitkan dengan upaya mendukung program energi pemerintah, termasuk biodiesel B50. Namun, Agrinas Palma dan Pertamina masih harus menyelesaikan kajian serta pembahasan skema kerja sama sebelum menentukan tindak lanjut pengoperasian fasilitas.

Melalui kolaborasi tersebut, Agrinas Palma berupaya menghubungkan sektor perkebunan kelapa sawit dengan industri energi, antara lain melalui pemanfaatan produk turunan sawit dan pengembangan fasilitas bioenergi. Kedua perusahaan akan melanjutkan koordinasi dan studi kelayakan sesuai ruang lingkup kesepakatan yang telah ditandatangani. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

TOP STORIES

Riau Seeks Faster ART-TREES Registration as International Carbon Buyers Await

Ecobiz.asia – Indonesia’s Riau provincial government is urging the central government to accelerate registration of its GREEN for Riau forest carbon program under the...

Potensi Dana Karbon Riau Besar, Konservasi Gambut dan Satwa Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Potensi pendanaan dari pasar karbon berbasis hutan dan gambut di Riau perlu diiringi perlindungan ekosistem, termasuk pemulihan gambut dan konservasi satwa liar....

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...

ADM Capital Buka Peluang Pembiayaan Karbon di Riau, Integritas Proyek Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Pengelola investasi ADM Capital menjajaki peluang pembiayaan proyek karbon di Riau setelah mulai menilai sejumlah proyek di pasar karbon sukarela di Kalimantan. Investment...

Calon Pembeli Internasional Menunggu, Riau Minta Percepatan Registrasi Program Karbon ART-TREES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat mempercepat registrasi program karbon hutan GREEN for Riau melalui standar Architecture for REDD+ Transactions–The REDD+ Environmental...