Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mengerahkan 108 mobil tangki dan meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, dengan stok mencapai 48 juta liter, untuk mengatasi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sekaligus mengantisipasi kenaikan kebutuhan menjelang libur akhir tahun.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, gangguan distribusi BBM di Bali antara lain dipengaruhi kondisi cuaca yang menghambat kapal pengangkut BBM untuk bersandar. Perseroan merespons kondisi tersebut dengan memperkuat armada distribusi, memperpanjang jam operasional SPBU, dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan.
“Untuk saat ini, khususnya di Bali, kondisinya sudah kembali normal. Memang masih ada beberapa lokasi yang mengalami antrean, tetapi dengan peningkatan pasokan BBM, situasinya sudah berangsur normal,” kata Baron dalam media briefing, Senin (19/10).
Menurut Baron, Pertamina juga berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan kecukupan pasokan BBM di Bali selama November dan Desember 2026, ketika aktivitas pariwisata diperkirakan meningkatkan kebutuhan energi.
Sementara itu, Vice President Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan, pemantauan distribusi dan antrean masih dilakukan di sejumlah wilayah, meliputi Bali, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Antrean di beberapa titik mulai berkurang, tetapi perusahaan tetap menjalankan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran penyaluran.
Optimalisasi distribusi
Dian menjelaskan, Pertamina telah menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak mobil tangki di Bali. Stok BBM di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 48 juta liter.
Selain memperkuat armada distribusi, Pertamina memperpanjang jam operasional menjadi 24 jam di 66 SPBU di Bali. Operasional terminal BBM di Manggis dan Sanggaran juga dioptimalkan untuk mendukung kelancaran pasokan.
Untuk mengurangi kepadatan di SPBU dengan antrean tinggi, perusahaan mengoperasikan layanan Pertamina Delivery Service dengan penyaluran sekitar 5.000 liter BBM per hari ke SPBU yang menjadi titik perhatian.
Pertamina juga menerapkan pembatasan pembelian maksimal tiga liter per transaksi bagi pengguna sepeda motor yang membayar secara tunai, serta kebijakan ganjil-genap nomor polisi kendaraan yang mulai diberlakukan pada Sabtu (17/10).
Menurut Dian, berbagai langkah tersebut mulai membantu mengurai antrean di sejumlah SPBU. Perusahaan juga mempercepat pasokan melalui kapal dan terus memantau ketersediaan stok agar distribusi di wilayah terdampak dapat kembali terkendali.
Perhatian terhadap petugas SPBU
Di tengah peningkatan kegiatan operasional, Pertamina turut memperhatikan kesehatan petugas SPBU yang bekerja lebih lama dari jam operasional normal serta konsumen yang terdampak antrean.
Bekerja sama dengan kepolisian dan Palang Merah Indonesia (PMI), Pertamina menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik. Perusahaan juga menyediakan multivitamin dan minuman kesehatan bagi operator SPBU yang menjalankan tugas dalam kondisi operasional yang meningkat.
Dian menegaskan, Pertamina akan terus memantau stok, pasokan, dan distribusi BBM di seluruh wilayah yang menjadi perhatian hingga kondisi kembali terkendali.
Ketersediaan BBM di Bali menjadi perhatian khusus karena kelancaran pasokan energi berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan usaha pariwisata menjelang periode libur akhir tahun.***




