Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Dua Profesor, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana Kebakaran Bromo

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendalami penyebab kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana.

Penelusuran diperkuat dengan melibatkan ahli kebakaran hutan dan lahan serta ahli kerusakan tanah dan lingkungan untuk memastikan penyebab dan dampak kebakaran berdasarkan bukti ilmiah.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut Dwi Januanto Nugroho mengatakan tim khusus dibentuk untuk menangani kasus tersebut, mulai dari pengendalian kebakaran, pengungkapan penyebab hingga menentukan langkah hukum apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami membentuk tim khusus bersama para pihak untuk memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengendalian di lapangan, pengungkapan penyebab kebakaran, hingga langkah hukum apabila ditemukan pelanggaran,” kata Dwi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Pendalaman melibatkan Prof. Bambang Hero Saharjo sebagai ahli kebakaran hutan dan lahan serta Prof. Basuki Wasis sebagai ahli kerusakan tanah dan lingkungan.

Read also:  Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Keduanya membantu melakukan kajian ilmiah terkait penyebab kebakaran dan dampaknya terhadap kawasan yang terdampak.

Tim penyelidik juga mengumpulkan informasi mengenai kondisi lokasi, pola kejadian kebakaran, aktivitas di sekitar kawasan, serta berbagai faktor yang berkaitan dengan muncul dan meluasnya api. Informasi tersebut akan diverifikasi untuk membangun fakta hukum dan menentukan langkah penegakan hukum selanjutnya.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Aswin Bangun mengatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan lokasi, pengumpulan bahan keterangan dan analisis fakta lapangan.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap berbagai informasi yang diperoleh di lapangan, termasuk pemeriksaan lokasi, pengumpulan bahan keterangan, serta analisis terhadap fakta-fakta yang ditemukan,” kata Aswin.

Kebakaran di kawasan Bromo diketahui pertama kali pada Kamis (10/9) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Savana Pengol. Api kemudian bergerak ke dua arah, yakni kawasan Pengol dan Gunung Kursi.

Read also:  Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Pada 11 September, api di kawasan Pengol yang mengarah ke Gunung Bromo berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB. Sementara api yang mengarah ke Gunung Kursi belum sepenuhnya padam, tetapi telah dapat dikendalikan.

Kebakaran kembali muncul di kawasan Pengol pada 12 September. Angin kencang membuat api kembali membesar dan bergerak hingga mencapai Pos Jemplang sekitar pukul 16.20 WIB. Hingga 13 September, proses pemadaman masih berlangsung dan kondisi di lapangan dinyatakan dinamis.

Dalam penanganan tersebut, Kemenhut mengerahkan personel TNBTS, Manggala Agni TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Manggala Agni BKSDA Bali, Manggala Agni Taman Nasional Bali Barat, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) Jabalnusra, Balai Penegakan Hukum Kehutanan, BPBD, serta TNI-Polri.

Pemadaman dilakukan dengan penyemprotan air menggunakan dua mobil tangki, sementara suplai air didukung dua mobil patroli, dua kendaraan pikap dan satu truk air.

Read also:  Kendalikan Karhutla, Kemenhut Dapat Tambahan Anggaran Rp471,239 Miliar

Petugas juga menggunakan metode manual dan mekanis dengan gepyok, jet shooter, dan engine blower, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Penanganan dari udara diperkuat dengan dukungan water bombing dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau dan angin kencang menjadi faktor yang dapat mempercepat penjalaran api.

Kebakaran juga menyebabkan asap menebal di sekitar kawasan sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang dan mobilitas petugas.

Untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses pemadaman, kunjungan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total sejak 12 September 2026 hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Kemenhut mengimbau masyarakat dan pengunjung tidak mendekati lokasi kebakaran serta mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS. Sementara itu, kunjungan ke Ranu Regulo masih dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Ecobiz.asia – Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun 121 titik dalam sehari menjadi...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

TOP STORIES

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Ecobiz.asia – Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun 121 titik dalam sehari menjadi...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...